Breaking News:

Berita Kendal

Disperinkop-UKM Kendal Cetak 30 Perajin Batik Baru, Berharap Muncul Karya Unggulan

Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kendal mencetak 30 perajin batik melalui pelatihan.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Peserta membatik Kendal memperlihatkan hasil karyanya selama beberapa hari mengikuti pelatihan, Kamis (11/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kendal mencetak 30 perajin batik melalui pelatihan.

Pelatihan berlangsung selama 10 hari di gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) bersama perajin batik Wiji Astuti dari Sanggar Batik Wiji Desa Lanji, Kecamatan Patebon.

Disperinkop dan UKM memfasilitasi calon perajin batik dengan peralatan lengkap. 

Baca juga: Relawan Semarang Sinau Bareng Tingkatkan Kemampuan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat

Baca juga: Ini Daftar Nama 6 Polisi Tiduri dan Peras Istri Tersangka Narkoba: Bripka Rahmad Pernah Bermasalah

Baca juga: Dosen HI Undip Semarang Gelar Pengabdian Masyarakat, Beri Bantuan Biopori di Tambakharjo

Rofiah, peserta asal Desa Rowosari, Kecamatan Rowosari mengakui bahwa membatik butuh ketelatenan dan kesabaran.

Ia bertekad meneruskan keterampilan yang didapatkan menjadi sebuah profesi baru ke depan. 

Dengan cara, membuka usaha batik yang bisa melahirkan karya-karya unggul bernilai jual.

"Yang sulit itu nyantingnya. Tetap (pelatihan) akan dilanjutkan untuk melengkapi usaha makanan saya," terang dia, Kamis (11/11/2021).

Peserta lain, Agustin Setyowati menuturkan, keterampilan membatik yang diasahnya kembali bakal ditularkan kepada anggota koperasi di desanya.

Ia berharap, keterampilan membatik ini jadi budaya setiap masyarakat Kabupaten Kendal.

Koordinator Konsultan PLUT Kendal Muhammad Kholif menyampaikan, selain pelatihan membatik, peserta juga diberikan materi tambahan penunjang usaha.

Meliputi, manajemen pembukuan sederhana, dan pembukuan secara online. 

Ia berharap, pelatihan yang diberikan bisa menciptakan peluang usaha warga di bidang kerajinan batik.

Baca juga: Kota Semarang Miliki Rumah dan Kebun Gizi

Baca juga: Video Pohon Asam Ratusan Tahun di Gunungpati Semarang Tumbang, Ada Cerita Mistis Dibaliknya

Sehingga, setiap peserta bisa langsung menjalankan usaha dengan bekal keterampilan dan peralatan yang didapatkannya. 

"Terjun di bidang usaha itu juga perlu manajemen yang bagus. Peserta mendapatkan bantuan peralatan, supaya digunakan untuk latihan di rumah sampai bisa dan siap dijual," terang dia. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved