Breaking News:

Guru Berkarya

Pembelajaran Pelestarian Makhluk Hidup dengan Metode Sederhana

Pengembangan dan peningkatan potensi yang dimiliki anak merupakan kewajiban bagi orang tua dan guru sebagai tenaga pendidik.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Suharyono SPdSD, Guru SDN 02 Kajen Kab Pekalongan 

Oleh: Suharyono SPdSD, Guru SDN 02 Kajen Kab Pekalongan

PENGEMBANGAN dan peningkatan potensi yang dimiliki anak merupakan kewajiban bagi orang tua dan guru sebagai tenaga pendidik. Pengembangan dan peningkatan potensi tersebut di dalamnya adalah pengembangan kognitif anak didik terutama jenjang pendidikan dasar termasuk pengembangan pembelajaran bidang sains.

Pengembangan dan peningkatan potensi yang dimiliki anak memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu menggali dasar kemampuan dan pembentukan sumber daya manusia yang diharapkan kelak. Pentingnya pembekalan sains pada anak didik harus menjadi kesadaran bagi penyelenggara pendidikan termasuk yang dilakukan di SDN 02 Kajen Kabupaten Pekalongan.

Perkembangan dan perubahan teknologi dan sains akan semakin tinggi, harus diikuti dengan pengembangan dan peningkatan potensi anak didik sedini mungkin. Kehidupan manusia di dunia yang bersifat dinamis, berkembang dan berubah secara terus menerus bahkan makin menuju masa depan, semakin komplek ruang lingkupnya, dan tentu akan semakin memerlukan sains.

Pengenalan sains untuk anak didik lebih ditekankan pada proses dari pada produk. Keterampilan proses sains pada anak didik jenjang pendidikan dasar, hendaknya dilakukan secara sederhana sambil bermain.

Sains memungkinkan anak melakukan eksplorasi terhadap berbagai benda, baik benda hidup maupun benda tak hidup yang ada disekitarnya. Anak didik belajar menemukan gejala benda dan gejala peristiwa dari benda-benda tersebut.

J.J. Rousseau dalam Nugraha (2006: 27) memandang bahwa anak sejak lahir telah membawa potensi untuk berkembang. Tidak salah apabila anak di usia emas ini dikenalkan sains sederhana yang diharapkan anak didik jenjang pendidikan dasar mampu secara aktif mencari informasi mengenai segala sesuatu yang ada di sekelilingnya.

Selain itu, melatih eksplorasi di bidang sains anak mencoba memahami dunianya melalui pengamatan, penyelidikan dan percobaan untuk memenuhi rasa keingintahuanya. Sebagian besar orang tua dan guru tidak memahami potensi luar biasa yang dimiliki anak-anak pada usia itu.

Rohandi yang dikutip oleh Sumaji (2007:112) menjabarkan salah satu anjuran para pendidik dalam melaksanakan pembelajaran sains pada anak didik adalah menempatkan aktivitas nyata anak didik dengan berbagai objek yang dipelajari, yang merupakan hal utama untuk dapat dikembangkan. Berbagai kesempatan yang dapat diberikan kepada anak didik untuk bersentuhan langsung dengan obyek yang akan diamati.

Keterbatasan pengetahuan dan informasi yang dimiliki orang tua dan guru menyebabkan potensi yang dimiliki anak didik tidak berkembang. Beberapa guru dan orang tua kesulitan menemukan cara untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak didik dalam penyampaian materi pembelajaran IPA kelas enam tentang pelestarian makhluk hidup.

Sebenarnya pengembangan potensi yang dimiliki oleh anak didik bisa dilakukan dengan berbagai macam cara dan metode. Cara dan metode tersebut harus bertitik tolak dari sifat dan karakteristik dari anak didik yang bersifat unik. Penerapan metode sederhana ternyata dapat memancing anak didik untuk dapat berpikir maju. Antusiasme anak sangat tinggi, terbukti anak mengikuti proses pembelajaran dengan seksama. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved