Breaking News:

Polda Jateng

Polisi Polda Jateng Kena Kasus Dikumpulkan, Spontan Nangis dan Tobat Lihat Pria Ini

Polda Jateng lakukan terobosan khusus untuk membina ratusan anggotanya yang bermasalah.

Polda Jateng
Sosok penyandang disabilitas melakukan pembinaan terhadap anggota Polri bermasalah di Pusdik Binmas Banyubiru 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Polda Jateng lakukan terobosan khusus untuk membina ratusan anggotanya yang bermasalah.

Sejumlah metode digunakan agar anggotanya sadar dan insyaf tidak melakukan kesalahannya.

Kabid Propam Polda Jateng Kombes Pol Mukiya mengatakan anggota Polda Jateng yang bermasalah tercatat berjumlah 450 orang.

50 diantaranya kini mengikuti Program Pembinaan Dan Pemulihan Profesi di Pusdik Binmas Banyubiru.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dan Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Abioso Seno Aji kunjungi tempat pembinaan anggotanya yang bermasalah di Pusdik Binmas Banyubiru
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dan Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Abioso Seno Aji kunjungi tempat pembinaan anggotanya yang bermasalah di Pusdik Binmas Banyubiru (Polda Jateng)

"Pada anggota yang kategori sedang dan ringan akan dilakukan pembinaan seperti yang dilakukan saat ini di Banyubiru. Namun bagi mereka yang terlibat pelanggaran kategori berat akan diproses dengan resiko terberat berupa pemecatan," tuturnya,Kamis (11/11/2021).

Menurutnya  program tersebut akan rencananya dilaksanakan secara berkelanjutan.

Pola pembinaan yang digunakan yakni menghadirkan psikolog, pelatihan neuro associatiative conditioning hingga pemberian motivasi dengan pembicara seorang penyandang difabel.

"Peserta  saat ini ikut pembinaan sampai ada yang menangis karena mengetahui mereka yang berkekurangan saja bisa berbuat positif untuk masyarakat. Mereka menjadi tersentuh," jelasnya.

Mukiya menuturkan secara kepolisian, peserta juga didisiplinkan seperti saat menjalani pendidikan dasar serta menerima materi pembinaan dari Biro SDM dan Propam Polri. 

Pemberian materi kepolisian tersebut bertujuan agar mereka memahami konsep reward dan punishment dalam kedinasan Polri.

"Paling tidak mereka sadar bila mereka berprestasi akan ada penghargaan, namun bila mereka melakukan pelanggaran atau tindak pidana maka ada sanksi yang menunggu termasuk resiko kehilangan profesi hingga hukuman pidana," tuturnya.

Ia mengatakan selesai melakukan program pembinaan, para personel Polri akan dikembalikan ke kesatuan masing-masing. 

Kemudian para pimpinan satuan kerja diperintahkan menjemput anggota yang selesai menjalani program.

"Di wilayah, para Kasatker wajib melakukan pengawasan dan evaluasi. Diharapkan mereka berkembang menjadi polisi yang lebih baik dan bisa memberikan pengabdian yang terbaik pada masyarakat," tandasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved