Breaking News:

IHSG

Prediksi IHSG Kamis (11/11) Ini Masih Naik dan Ini Kata Pengamat Perkembangannya hingga Akhir Tahun

Prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis 11 November 2021 masih akan melanjutkan penguatan.

thikstock via Kompas.com
Ilustrasi bursa 

TRIBUNJATENG.COM,  JAKARTA -- Prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis 11 November 2021 masih akan melanjutkan penguatan.

Namun, prediksi penguatan IHSG hari ini hanya akan terbatas.

Meski prediksi IHSG hari ini hanya akan naik tipis, tapi investor bisa meraih cuan melalui trading dengan mencermati sejumlah saham.

Seperti diketahui, IHSG ditutup menguat 13,22 poin atau 0,20% ke level 6.683,14 pada perdagangan Rabu (10/11). Ini merupakan rekor tertinggi IHSG sejak 26 Januari 2018 yang berada di level 6.660,62.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya menilai pola gerak IHSG masih menunjukkan penguatan terbatas dengan upaya untuk mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masanya. Namun potensi koreksi jangka pendek masih cukup besar.

Menurutnya, hal itu diiringi oleh harga komoditas yang berpotensi terkoreksi sehingga turut memberikan dampak terhadap emiten emiten yang berkaitan dengan komoditas dan membuat pasar bergerak lebih konsolidatif. "IHSG berpeluang bergerak dalam rentang terbatas," sebutnya.

William prediksi IHSG hari ini akan bergerak pada rentang 6.504 - 6.696. Adapun beberapa rekomendasi saham yang perlu dicermati pada perdagangan hari ini adalah TBIG, BBNI, ASII, WIKA, AKRA, KLBF, dan BINA.

Analis Erdikha Elit Sekuritas, Ivan Kasulthan prediksi IHSG hari ini akan bergerak sideways. Sebab, minimnya sentimen dari dalam negeri sehingga belum ada penopang untuk melanjutkan penguatan yang cukup signifikan.

Sementara, dari luar negeri yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG yaitu dari rilis data neraca perdagangan Inggris. Dia memaparkan, defisit sedikit menurun dari minus £ 3,7 miliar menjadi minus £ 3,4 miliar. Defisit itu terjadi karena akibat adanya transisi Brexit pada Desember tahun lalu.

Ekspor turun 2% ke level terendah enam bulan menjadi GBP 49,8 miliar, karena pengiriman barang turun  4,6% sementara penjualan jasa naik 0,9%. Sementara itu impor turun 0,5% menjadi GBP 53,5 miliar karena pembelian barang turun 1% sementara pembelian jasa naik 1,2%.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved