Berita Semarang

Relawan Semarang Sinau Bareng Tingkatkan Kemampuan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat

Sejumlah relawan Semarang melakukan pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD).

Penulis: iwan Arifianto | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah relawan Semarang melakukan pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD).

Upaya peningkatan kualitas skill pertolongan pertama tersebut dilakukan di rumah seorang relawan, di Kota Semarang, Rabu (10/11/2021) malam.

Pemateri pelatihan, Ahli Forensik RSUP dr.Kariadi Semarang dr. Raden Panji Uva Utomo memberikan sejumlah materi meliputi penanganan jalan nafas, penanganan henti jatuh dengan resusitasi jantung paru (RJP), penanganan transportasi dan evakuasi korban.

Baca juga: Dosen HI Undip Semarang Gelar Pengabdian Masyarakat, Beri Bantuan Biopori di Tambakharjo

Baca juga: Hadapi Musim Hujan, Pasukan Got Batang Beraksi Bersihkan Saluran Sungai 

"Iya betul saya diminta jadi pemateri oleh para relawan karena mengantisipasi maraknya musibah bencana. Selain itu banyak relawan belum terpapar pengetahuan PPGD," terang Uva kepada Tribunjateng.com, Kamis (11/11/2021).

Tiga materi pokok tersebut diberikan dr Uva kepada belasan relawan Semarang yang hadir di malam itu.

Materi tersebut fokus diberikan lantaran menjadi makanan sehari-hari para relawan ketika berada di lapangan.

"Tak hanya teori, kami perbanyak simulasi dan praktik," jelasnya.

Dr Uva menuturkan, materi penanganan gangguan  jalan nafas  disimulasikan dengan menangani korban kecelakaan dengan kondisi jalan nafasnya terganggu oleh cairan atau gigi palsu.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan korban meninggal kurang dari 10 menit.

Maka relawan harus mengetahui prinsip-prinsip penanganan jalan nafas.

"Dulu biasa mouth to mouth berhubung pandemi harus ada alat bantu," katanya.

Ia melanjutkan, penanganan henti jatuh dengan resusitasi jantung paru (RJP), para relawan dibekali trik-trik pemeriksaan awal hingga pelaksanan teknik RJP.

Terakhir, para relawan diberi pemahaman terkait penanganan transportasi dan evakuasi korban.

Relawan ditekankan jangan sampai menolong korban malah menambah memperparah kondisi korban atau cidera lebih lanjut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved