Breaking News:

Berita Batang

Sekolah Perempuan di Lokalisasi Penundan Batang, Tekankan Pentingnya Edukasi Bahaya HIV/AIDS

Sekolah perempuan di Penundan Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang terus berjalan, memberikan bimbingan kepada para perempuan penghuni lokalisasi.

Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar
Dokumentasi Diskominfo Batang
Sejumlah warga mengikuti sekolah perempuan di Penundan Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Kamis (11/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Sekolah perempuan di Penundan Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang terus berjalan untuk memberikan bimbingan kepada para perempuan penghuni lokalisasi.

Sekolah yang sudah berdiri sejak 2017 itu didirikan oleh pengurus lokalisasi dan LSM Forum Komunikasi Peduli Batang (FKPB) serta Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Batang. 

"Sekolah perempuan yang ada disini sudah sejak 2017 yang diinisiasi oleh LSM FKPB dan KPA Kabupaten Batang dan ini sangat bermanfaat bagi kami serta para penghuni resos,” tutur Pengurus Resosialisasi Penundan Yanto, Kamis (11/11/2021). 

Baca juga: Sandiwara Bripka Abdul Tamba Polisi Menangis Sesenggukan Dipecat Gara-gara Istri, Faktanya Kebalikan

Baca juga: Disperinkop-UKM Kendal Cetak 30 Perajin Batik Baru, Berharap Muncul Karya Unggulan

Baca juga: Sirkuit Mandalika Indonesia Tercoreng, Panitia dan Youtuber Unboxing IIegal Motor Pembalap Ducati

Sekretaris KPA Batang Mudhofir mengatakan di masa pandemi seperti ini kesehatan harus tetap dijaga khususnya HIV/AIDS dan tolong yang hadir disini nanti bisa memberikan informasi seputar HIV ini kepada teman-teman yang lain yang belum hadir di sini.

Dengan adanya sekolah perempuan ini, dapat memberikan bekal ketrampilan bagi para penghuni resos, cek kesehatan serta dapat membekali mereka dengan informasi seputar bahaya HIV AIDS.

“Kegiatan sekolah perempuan ini harus tetap berjalan, karena hal ini sangat penting bagi kita semua khususnya dalam hal penanggulangan HIV,” jelasnya.

Salah satu peserta, Dewi, mengatakan, sangat banyak manfaat ikut sekolah setiap bulan di lokalisasi itu. 

Ia bisa mengetahui jenis penyakit menular, terutama HIV/AIDS.

Selain itu, ia juga mendapat tambahan ilmu tentang undang-undang kekerasan dalam rumah tangga.

“Pernah juga, kami mendapat pelajaran keterampilan,” ungkapnya.

Baca juga: Ini Daftar Nama 6 Polisi Tiduri dan Peras Istri Tersangka Narkoba: Bripka Rahmad Pernah Bermasalah

Baca juga: Tragedi Mesin Cuci, Gogon Jatuh Meninggal Tubuh Luka-luka

Sementara, relawan FKPB Batang Lathifah menambahkan sekolah perempuan yang sudah berjalan 3 tahun ini sebagai upaya memberikan bekal keahlian dan pemahaman khususnya pemahanan terkait HIV AIDS. (*)

“Kegiatan ini sudah berjalan 3 tahun namun di masa pandemi agak terganggu, dan mulai berjalan lagi dengan respon yang sangat baik dari para peserta dan pengurus resos,” pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved