Breaking News:

Berita Solo

Janji Tak Akan Menilang, Operasi Zebra Candi di Solo Akan Fokus Penurunan Angka Kecelakaan

Satlantas Polresta Solo akan menggelar Operasi Zebra Candi 2021 yang akan diselenggarakan pada tanggal 15-28 November nanti. 

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
Tribun Jateng/Muhammad Sholekan 
Petugas Satlantas Polresta Solo saat melakukan penyekatan dalam rangka penerapan PPKM di Pos Faroka, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Satlantas Polresta Solo akan menggelar Operasi Zebra Candi 2021 yang akan diselenggarakan pada tanggal 15-28 November nanti. 

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Adhytiawarman Gautama Putra menyampaikan salah satu fokus penyelenggaraan operasi adalah menurunkan angka kecelakaan. 

Adhyt menyampaikan, pada Operasi Zebra Candi tahun ini tidak menekankan pada penindakan hukum. 

Baca juga: Disanksi PSSI Karena Gunakan Pemain Ilegal, AHHA PS Pati Ajukan Banding

Baca juga: Puan Maharani Beraksi Tanam Padi di Tengah Hujan, Kena Sindir Susi Pudjiastuti Lewat Cuitan Twitter

Baca juga: Video Kisah Gareng Jasa Antar Jemput Gadis BO, Mereka Sering Was-was Ketemu Tamu

"Jangan sampai angka kecelakaan meningkat. Apalagi ini musim hujan. Kami berupaya menekan angka kecelakaan. Patroli akan terus dilakukan," ucapnya, Jumat (12/11/2021).

Dia mengatakan, petugas akan memberikan edukasi hingga melakukan teguran bila ada pelanggaran. 

Terlebih yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. 

"Diberhentikan bukan berarti menilang. Memberi edukasi atau teguran. Titik berat bukan penilangan dalam operasi ini," ungkapnya. 

Untuk itu, lanjut Adhyt, pihaknya mengimbau agar para pengguna kendaraan di wilayah Kota Solo untuk selalu mentaati aturan lalu lintas serta berhati-hari dalam berkendara. 

Dia menegaskan, masyarakat diminta taat aturan lalu lintas bukan hanya ketika ada petugas yang berjaga, namun ditujukan untuk menjaga keselamatan berkendara. 

Mantan Kasatlantas Polres Klaten itu menyebut, ada beberapa ruas jalan di Solo yang menjadi area black spot atau daerah rawan kecelakaan yaitu Jalan Ir. Sutami dan Jalan A. Yani. 

"Selama operasi zebra kami akan lebih banyak melakukan pemantauan di persimpangan jalan kemudian black sport. Sehari bisa lima kali patroli. Kami akan lebih banyak di jalan," terangnya. 

Baca juga: Tumpukan Ratusan Batu Diduga Artefak Candi Ditemukan di Klaten saat Pembangunan Objek Wisata 

Baca juga: Persika Karanganyar Lolos ke Babak 10 Besar Liga 3 Zona Jateng. Juliyatmono: Ini Harus Disyukuri

Selain itu, penegakkan hukum dan tilang dilakukan terhadap adanya pemakaian knalpot brong dan balap liar. 

"Solo ini menjadi semacam destinasi bagi orang-orang yang mau mencoba motor untuk balap liar. Bahkan, yang melakukan kebanyakan dari luar Solo," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved