Breaking News:

Berita Kebumen

KISAH NYATA: Warga Kebumen Minum Air Laut Berasa Air Kembang saat Terapung 2 Hari di Samudera Hindia

Tega, pria asal Desa Ayam Putih, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen baru saja mengalami keajaiban.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
istimewa
tangkapan layar evakuasi Tega yang terapung di lautan 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN -- Tega, pria asal Desa Ayam Putih, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen baru saja mengalami keajaiban. Ia mampu bertahan hidup terapung di tengah ganasnya gelombang Samudera Hindia.

Ia melewati beberapa hari dan malam berjibaku dengan dinginnya lautan.

Ia tak membawa pelindung apapun. Tubuhnya nyaris telanjang. Ia hanya mengandalkan sebilah bambu untuk mengambang. Dari Rabu (3/11) sore ia diduga hanyut, dan pada Jumat (5/11) siang ia kembali menemukan cahaya kehidupan.

Dari kapal yang berjarak cukup jauh, Tega hanya tampak seperti titik yang mengambang. Tubuhnya nyaris tak terlihat. Baru dari jarak lebih dekat, kru kapal melihat ada jiwa yang terancam.

Tega pun bisa terselamatkan. Ia berusaha meraih pelampung yang dilempar kru ke arahnya. Wajahnya sudah tampak pucat. Tangan dan kakinya putih pucat karena terlalu lama terendam. Tubuhnya tampak lemas saat berusaha menggapai kapal yang hendak menyelamatkannya.

Dalam video yang beredar di media sosial, Tega tampak dipapah kru kapal. Ia diberi pakaian, lalu istirahat dengan cara tiduran. Tampak seorang menanyainya perihal pengalamannya bertahan di laut.

Tega mengaku, untuk bertahan di laut berhari-hari, ia hanya meminum air laut. "Ora madang, ngombe banyu laut tok (tidak makan, hanya minum air laut-Red), " katanya, dalam video yang beredar di media sosial.

Ia juga mengaku mengalami kejadian aneh saat berada di tengah laut. Ia merasa air laut yang ia minum tidak biasa, berasa seperti air kembang. Sementara di hadapannya, ia merasa telah tersedia hidangan lengkap semisal pisang.

Entah Tega menceritakan pengalaman yang sebenarnya, atau halusinasi semata. Jelas ia punya kemampuan bertahan hidup (survival) luar biasa.

"Mambune ngumbe banyu segara kaya ngumbe banyu kembang. Sandinge ana gedange (minum air laut seperti minum air kembang. Sebelahnya ada suguhan pisang)," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved