Breaking News:

Berita Semarang

Nekat Usaha dengan Modal Rp 100 Ribu, Novry Kini Mampu Gaji 5 Karyawan

Nekat berwirausaha dengan modal Rp 100 ribu, Novry kini sukses mengembangkan usaha pie susu.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Novry pemilik UMKM Kue Balqis 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Nekat berwirausaha dengan modal Rp 100 ribu, Novry Prastiana kini sukses mengembangkan usaha pie susu.

Bahkan, pelaku UMKM asal Banyumas Jawa Tengah tersebut kini telah memiliki lima karyawan untuk membantu usahanya tersebut.

"Modal awal saya dulu Rp 100.000, meminjam teman. Itu untuk membeli bahan baku pie susu," kata Novry, kemarin.

Usaha yang Novry tekuni ini diberi nama "Kue Balqis". Dikatakan, awalnya dia menitipkan produk pertama di kantin Polres Banyumas.

Lama kelamaan, usahanya tersebut semakin berkembang. Bahkan dikatakan, produknya tersebut telah dikirim ke berbagai kota bahkan hingga mancanegara.

"Sudah 5 tahun kami memproduksi, alhamdulillah sampe sekarang masih bertahan dan semakin banyak permintaan.

Produk kami sudah kami kirim kota purwokerto namun lebih sering untuk oleh- oleh. Pernah customer order untuk dibawa ke Jakarta, Yogjakarta, Bengkulu Makassar, Palu, dan sampai luar negeri salah satunya Hongkong," ungkapnya.

Ia menambahkan, ia juga memproduksi snack tradisional yang lebih sering ia pasarkan ke instansi baik pemerintah maupun swasta.

"Usaha sempat terdampak di awal pandemi, karena usaha saya awalnya snack box untuk instansi dan catering sedangkan saat itu semua kegiatan pertemuan off sehingga hampir tidak ada pemasukan dari snack box," sambungnya.

Bersyukur, ia kini mampu mempertahankan usahanya tersebut tetap eksis hingga kini.

Menurutnya, hal itu di antaranya dengan melakukan berbagai strategi agar usaha tetap bertahan.

Dikatakan, strategi tersebut ia temukan saat mengikuti pelatihan berjenjang yang diselenggarakan oleh Balatkop Provinsi Jateng bersama dengan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jateng. Dalam pelatihan itu ia dimentori oleh Bio Hadikusuma.

"Setelah pelatihan, saya belajar tentang strategi yang harus dilakukan agar usaha tetap berjalan di tengah pandemi. Saya bisa melihat peluang yang ada yaitu dimana budaya masyarakat yang suka memberikan hantaran untuk keluarga yang sakit dan doa bersama bisa menjadi target market usaha saya. Kami harapkan untuk Balatkop sering mengadakan pelatihan berjenjang agar nantinya banyak lahir pengusaha baru di Jawa Tengah," tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved