Breaking News:

Transformasi Digital UMKM dan Koperasi Jadi Fokus

Saat ini sudah ada 16 juta UMKM yang telah go digital, dan diharapkan dalam 3 tahun ke depan jumlahnya mencapai 30 juta.

Editor: Vito
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kemenkop-UMKM kian optimistis dengan target transformasi digital 30 juta UMKM hingga 2024. Saat ini sudah ada 16 juta UMKM yang telah go digital, sehingga diharapkan dalam 3 tahun ke depan jumlahnya mencapai 30 juta dan 500 koperasi berbasis digital.

Dalam upaya mencapai target tersebut, Kemenkop-UKM turut menggandeng platform e-commerce Bukalapak dan platform fintech seperti Danai.id untuk menggelar raodshow klinik UMKM bertema "Berdayakan UMKM, Lahirkan Pahlawan Digital Baru", di mana tak hanya mengejar target kuantitas, tetapi juga kualitas UMKM Indonesia, pada Jumat (12/11).

Peluncuran simbolik klinik UMKM bertempat di Solo Technopark di Kota Solo.

Menkop-UKM, Teten Masduki mengatakan, pemerintah berkomitmen melakukan dua hal. Pertama dari sisi suplai perlu ada restrukturisasi pinjaman, bunga murah, bantuan modal kerja.

Kedua dari sisi permintaan, belanja pemerintah didorong untuk menyerap produk UMKM, serta mendorong pelaku UMKM untuk go digital, sehingga ada peningkatan UMKM yang onboarding ke platform digital.

Ia berpesan kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, bahwa secara bersama-sama seluruh pihak yang terlibat dalam pemberdayaan UMKM harus menyeleksi UMKM unggul yang sudah berjalan untuk diinkubasi, supaya tidak terlalu banyak yang mikro.

Inkubator ini diharapkan akan memfasilitasi akses-akses tersebut ke UMKM terseleksi.

"Upaya pemberdayaan UMKM untuk masuk ke rantai pasokan industri besar juga didukung dengan kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan BUMN," ujar Teten, seperti dikutip dari siaran pers.

Sementara itu, Gibran menuturkan, pihaknya ingin Solo Technopark menjadi tempat berkembangnya UMKM digital bahkan naik kelas menjadi unicorm.

CEO Bukalapak, Rahmat Kaimuddin menyataan, pengembangan infrastruktur marketplace dan modernisasi warung-warung perlu menggandeng banyak pemain, satu di antaranya di bidang pembiayaan.

"Jika ingin mempercepat transformasi digital UMKM, pembiayaan dan marketing untuk pengembangan perlu dilibatkan," ucapnya.

Dalam rangka kegiatan ini, PT Adiwisista Finansial Teknologi (Danai.id), sebagai perusahaan layanan keuangan digital yang telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), turut mendukung dibentuknya klinik UMKM.

CEO Danai.id, Azhar Abdul Wahab menilai, percepatan transformasi digital UMKM dan Koperasi membutuhkan partisipasi banyak pihak dalam ekosistem ekonomi digital.

Selama ini, menurut dia, masyarakat mengenal e-commerce menjadi yang terdepan. Namun demikian, terdapat elemen-elemen lain dalam kegiatan UMKM dan koperasi yang membutuhkan solusi selain marketplace, seperti dari sisi keuangan, logistik, dan sumberdaya manusia.

"Danai.id sebagai sebuah fintech untuk menjembatani kesenjangan akses keuangan, khususnya bagi UMKM dalam rangka pengembangan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya. (Kontan/Noverius Laoli)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved