Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Jelang Muktamar NU, Ketua GP Ansor: Berlebihan Jika Ada yang Menarik Jokowi, NU Dijaga Nabi Khidir 

Semua produk pemikiran dan pergerakan yang dihasilkan NU, kata Rahmat, terbukti memiliki tujuan untuk menjaga dan membesarkan NKRI

Editor: muslimah
Dok Pribadi/Via Kompas.com
Ketua GP Ansor Pusat Rahmat Hidayat Pulungan 

TRIBUNJATENG.COM - Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Rahmat Hidayat Pulungan mengatakan bahwa organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu pendiri negara dan penggerak bangsa.

Semua produk pemikiran dan pergerakan yang dihasilkan NU, kata Rahmat, terbukti memiliki tujuan untuk menjaga dan membesarkan NKRI.

Menurut Rahmat, pemerintah dan siapa pun presidennya pasti memiliki kewajiban struktural dan moral untuk menjaga dan membesarkan NU.

Baca juga: Sangat Keji Banyak Kejanggalan, Warga Heran Hampir 4 Bulan Pembunuhan Tukang Cilok Belum Terungkap

Baca juga: Covid-19 Varian Delta Plus AY.42 Sudah Sampai Malaysia, Lebih Menular, Apakah Harus Vaksin Lagi?

"Semua orang yang punya cita-cita membangun dan membesarkan Indonesia pasti berkepentingan (agar) NU juga ikut besar, kokoh dan mandiri.

Mereka paham NU ada salah satu tiang negara. Kalau tiangnya goyang, sudah pasti ikut mempengaruhi yang lain," kata Rahmat kepada Kompas.com via sambungan WhatsApp, Jumat (12/11/2021).

"Pak Jokowi adalah Presiden yang memiliki kedekatan dan kedalaman hubungan dengan ulama, tokoh, kiai dan kaum muda NU.

Komitmen dan kontribusi beliau untuk kemajuan SDM NU bisa dilihat sendiri selama beliau menjabat.

Beliau memiliki hubungan lahir-batin dengan ulama dan kiai NU.

Oleh karena itu, kata Rahmat, jika ada pihak yang menarik-narik Jokowi dalam urusan Muktamar NU, baginya itu terlalu berlebihan.

Justru hal itu malah mengecilkan NU itu sendiri.

"Sejujurnya, NU itu nggak usah dibantu pemerintah di basis tetap jalan semua programnya, mulai kaderisasi, PKN, PKPNU, MKNU, diklatsar, maulid, lailatul ijtima, pengajian, dan lain-lain," katanya.

Ia mengatakan, Muktamar NU adalah ibarat pertandingan sepak bola, yakni seperti pertandingan persahabatan.

Jadi tidak boleh saling menciderai atau melukai secara berlebihan.

"Baiknya dibawa santai saja, nggak perlu melulu kampanye hitam," katanya.

Rahmat sebagai salah satu pimpinan GP Ansor pusat mengimbau agar publik tidak usah khawatir soal dinamika Muktamar NU.

"Kalau merujuk KHR As’ad Syamsul Arifi pada Muktamar NU di Situbondo, NU itu keramat, jadi nggak usah khawatir karena NU itu dijaga Nabi Khidir.

NU itu tempat kumpulnya orang-orang alim dan berilmu," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ketua GP Ansor: Jangan Tarik-tarik Jokowi soal Muktamar, NU Itu Dijaga Nabi Khidir

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved