Breaking News:

Berita Semarang

Menkop UKM Teten Masduki: Selama Pandemi, 16,4 Juta UMKM Mengubah Pola Bisnis ke e-Commerce

Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar sektor usaha berdampak cukup parah.

Penulis: faisal affan | Editor: sujarwo
Menkop UKM Teten Masduki: Selama Pandemi, 16,4 Juta UMKM Mengubah Pola Bisnis ke e-Commerce
TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN
Menkop UKM, Teten Masduki, saat membuka acara Rakornas Transformasi Digitalisasi Koperasi dan UMKM di Hotel Novotel Semarang, Jumat (12/11/2021) malam. Pihaknya juga memaparkan pentingnya mempercepat peningkatan ekonomi digital melalui UMKM dan koperasi.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar sektor usaha berdampak cukup parah. Bahkan, mengubah perilaku belanja masyarakat, yang semula offline menjadi online atau melalui e-commerce.

Dalam acara Rakornas Transformasi Digitalisasi Koperasi dan UMKM di Hotel Novotel Semarang, Jumat (12/11/2021) malam,

Menkop UKM, Teten Masduki, saat membuka acara Rakornas Transformasi Digitalisasi Koperasi dan UMKM di Hotel Novotel Semarang, Jumat (12/11/2021) malam.
Menkop UKM, Teten Masduki, saat membuka acara Rakornas Transformasi Digitalisasi Koperasi dan UMKM di Hotel Novotel Semarang, Jumat (12/11/2021) malam. (TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN)

, memberikan bukti jika ada lonjakan data UMKM yang beralih ke e-commerce.

"Sebelum pandemi ada 8 juta UMKM yang sudah menggunakan sistem jual beli online atau e-commerce. Kemudian dalam waktu 1,5 tahun dan di masa pandemi, ada peningkatan hingga 16,4 juta UMKM. Artinya, para pelaku UMKM saat ini sudah semakin sadar, jika merubah pola bisnis ke digital itu penting," jelasnya.

Diakuinya perkembangan digitalisasi UMKM yang sangat cepat tersebut, akibat dari berubahnya pola jual beli masyarakat. Banyak masyarakat yang saat ini cenderung memilih belanja secara daring, daripada luring.

"Indonesia ini masuk dalam negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN. Maka pola perubahan perilaku belanja masyarakat ini, sangat mendukung percepatan ekonomi digital," terangnya.

Tak hanya mendorong percepatan digitalisasi saja, Kementerian Koperasi dan UKM juga memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha UMKM dan koperasi untuk mendapatkan izin. Sehingga dari yang semula beroperasi secara informal, bisa diubah menjadi formal.

"Sekarang pelaku UMKM izinnya hanya cukup NIB (Nomor Induk Berusaha) saja. Itu sudah terkoneksi dengan sertifikat halal dan izin edar. Dengan adanya ini, juga akan memudahkan mereka untuk mendapatkan pembiayaan modal dari perbankan serta kontrak bisnis," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved