Liga 2
Akmal Marhali: AHHA PS Pati Tidak Bersalah terkait Penurunan I Gede Sukadana, Justru yang Salah PSSI
Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali menilai sanksi terbaru yang ditimpakan pada AHHA PS Pati (PSG Pati) Pati merupakan akibat kinerja buruk PSSI
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali menilai sanksi terbaru yang ditimpakan pada AHHA PS Pati (PSG Pati) Pati merupakan akibat kinerja buruk Komite Kompetisi PSSI dan PT Liga Indonesia Baru.
Sebagaimana diketahui, AHHA PS Pati baru saja dijatuhi sanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat menurunkan I Gede Sukadana dalam laga melawan Persis Solo, Rabu (3/11/2021) lalu.
Gede Sukadana dianggap pemain tidak sah karena belum rampung menjalani sanksi larangan bermain yang diterimanya saat masih memperkuat PSMS Medan.
Baca juga: Hazard Cetak Gol Killing The Game Pastikan Belgia ke Piala Dunia
Baca juga: 4 Gol Mbappe 2 Gol Benzema Bawa Prancis ke Piala Dunia, Real Madrid Makin Bernafsu Duetkan Mereka
Baca juga: Inginkan Bek Manchseter United ke AS Roma, Jose Mourinho Malah Ditawari Bek Arsenal
Adapun sanksi yang diberikan untuk AHHA PS Pati terkait hal ini ialah dianggap kalah 0-3 dari Persis Solo dalam pertandingan tersebut, yang otomatis diikuti pengurangan tiga poin.
Tak hanya itu, dalam rilis yang diterima tribunjateng.com dari AHHA PS Pati, mereka juga dikenai denda Rp 90 juta.
Dalam unggahan di akun pribadinya, yakni @akmalmarhali20, Akmal menyebut sanksi untuk AHHA PS Pati/PSG Pati mesti dicabut demi hukum.
Ia menerangkan, berdasarkan hasil investigasi Save Our Soccer, AHHA PS PATI tidak bersalah dan berhak mengajukan banding demi keadilan.
"Banding perlu disertai kerugian materiil dan immateriil. Maklum, citra AHHA PS Pati tercemar akibat buruknya kinerja Komite Kompetisi PSSI," tulis Akmal Marhali, Jumat (12/11/2021).
Akmal menambahkan, persoalan yang menimpa klub milik Atta Halilintar dan Putra Siregar ini juga akibat buruknya sistem di PT LIB serta kurang cermatnya Match Commisioner pertandingan.
Menurut dia, banding perlu dilakukan untuk pembatalan hukuman dan juga menghukum pihak-pihak terkait yang melakukan kesalahan agar tidak terulang.
"Sebelum pertandingan, PSG Pati telah menginformasikan penambahan dua pemain yang sudah disahkan pada sistem SIAP PSSI dan LIAS LIB. Tapi, sampai jelang laga belum terdaftar di Form Penetapan Pemain (FPP) terbaru," ungkap Akmal.
Ia menambahkan, match commisioner menyuruh menulis nama I Gede Sukadana secara manual dan Muhammad Fayrushi serta mengizinkan keduanya bermain.
"Dalam Match Coordination Meeting (MCM) yang digelar H-1, harusnya klub mendapatkan salinan Nota Larangan Bermain (NLB) dari Komite Kompetisi PSSI dan LIB," tutur dia.
Akmal menegaskan, NLB adalah hal penting yang dibahas dalam MCM. Namun anehnya, tidak ada salinan yang diserahkan pada klub.
"Ini bukti buruknya sistem yang ada di Komite Kompetisi dan LIB serta tidak pahamnya match commisioner terhadap regulasi dan turunannya," pungkas dia.