Breaking News:

Berita Semarang

Berkunjung ke Kota Semarang, Komunitas Mobil Ini Berikan Bansos ke Ponpes Kiai Ageng Majapahit

Teruci chapter Tangerang memberikan bantuan sosial kepada Yayasan Kiai Ageng Majapahit.

Penulis: faisal affan | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN
Anggota komunitas Teruci chapter Tangerang saat memberikan secara simbolis bantuan kepada pengasuh ponpes Kyai Ageng Majapahit didampingi anggota Teruci chapter Semarang, Minggu (14/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjadi dermawan tidak perlu menunggu pada saat momen-momen tertentu. Berbagi dengan sesama bisa dilakukan kapan saja, kepada siapa saja, dan dimana saja.

Seperti yang dilakukan oleh komunitas Terios Rush Club Indonesia (Teruci) chapter Tangerang. Komunitas ini memiliki 12 program kegiatan yang salah satunya memberikan bantuan sosial.

Kali ini, sasaran bantuan sosial yang mereka bawa diberikan kepada Yayasan Kiai Ageng Majapahit, yang ada di Jalan Purwomukti Raya, RT 08, RW 01, Pedurungan Lor, Kota Semarang.

Kegiatan bansos yang diberikan pada Minggu (14/11/20

Anggota komunitas Teruci chapter Tangerang saat memberikan secara simbolis bantuan kepada pengasuh ponpes Kyai Ageng Majapahit didampingi anggota Teruci chapter Semarang, Minggu (14/11/2021).
Anggota komunitas Teruci chapter Tangerang saat memberikan secara simbolis bantuan kepada pengasuh ponpes Kyai Ageng Majapahit didampingi anggota Teruci chapter Semarang, Minggu (14/11/2021). (TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN)

21) siang ini, melibatkan seratus santri laki-laki dan perempuan yang tinggal di pondok pesantren tersebut. Tak terkecuali beberapa anggota komunitas Teruci Tangerang dan Semarang.

Pengasuh Pondok Yayasan Kyai Ageng Majapahit, Muhammad Munasib, mengatakan bantuan yang diberikan oleh komunitas Teruci sangat bermanfaat untuk santri yang ada di sini.

"Tadi ada peralatan sholat, peralatan kebersihan, dan uang tunai. Ini mungkin jawaban dari doa-doa kami kepada Allah. Kami ucapkan terima kasih banyak atas kemurahan hatinya. Semoga semakin dilimpahkan rejekinya," ujarnya.

Munasib juga bercerita bagaimana awal mula dirinya mendirikan pondok pesantren tersebut. Pondok pesantren ini bermula dari tahun 2005 dan saat itu hanya mengasuh dua anak yatim piatu.

Kemudian bertambahnya tahun, bertambah pula santri yang mondok di tempatnya. Total kini sudah ada 100 santri yang tinggal di pondok pesantren Yayasan Kyai Ageng Majapahit.

"Latar belakang mereka ada yang dari keluarga broken home, ditelantarkan orangtuanya, ada pula yang sudah tidak punya bapak ibu. Jadi mereka kami rawat sebaik-baiknya, selayaknya saya merawat anak sendiri," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved