Berita Semarang
Berkunjung ke Kota Semarang, Komunitas Mobil Ini Berikan Bansos ke Ponpes Kiai Ageng Majapahit
Teruci chapter Tangerang memberikan bantuan sosial kepada Yayasan Kiai Ageng Majapahit.
Penulis: faisal affan | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjadi dermawan tidak perlu menunggu pada saat momen-momen tertentu. Berbagi dengan sesama bisa dilakukan kapan saja, kepada siapa saja, dan dimana saja.
Seperti yang dilakukan oleh komunitas Terios Rush Club Indonesia (Teruci) chapter Tangerang. Komunitas ini memiliki 12 program kegiatan yang salah satunya memberikan bantuan sosial.
Kali ini, sasaran bantuan sosial yang mereka bawa diberikan kepada Yayasan Kiai Ageng Majapahit, yang ada di Jalan Purwomukti Raya, RT 08, RW 01, Pedurungan Lor, Kota Semarang.
Kegiatan bansos yang diberikan pada Minggu (14/11/20
21) siang ini, melibatkan seratus santri laki-laki dan perempuan yang tinggal di pondok pesantren tersebut. Tak terkecuali beberapa anggota komunitas Teruci Tangerang dan Semarang.
Pengasuh Pondok Yayasan Kyai Ageng Majapahit, Muhammad Munasib, mengatakan bantuan yang diberikan oleh komunitas Teruci sangat bermanfaat untuk santri yang ada di sini.
"Tadi ada peralatan sholat, peralatan kebersihan, dan uang tunai. Ini mungkin jawaban dari doa-doa kami kepada Allah. Kami ucapkan terima kasih banyak atas kemurahan hatinya. Semoga semakin dilimpahkan rejekinya," ujarnya.
Munasib juga bercerita bagaimana awal mula dirinya mendirikan pondok pesantren tersebut. Pondok pesantren ini bermula dari tahun 2005 dan saat itu hanya mengasuh dua anak yatim piatu.
Kemudian bertambahnya tahun, bertambah pula santri yang mondok di tempatnya. Total kini sudah ada 100 santri yang tinggal di pondok pesantren Yayasan Kyai Ageng Majapahit.
"Latar belakang mereka ada yang dari keluarga broken home, ditelantarkan orangtuanya, ada pula yang sudah tidak punya bapak ibu. Jadi mereka kami rawat sebaik-baiknya, selayaknya saya merawat anak sendiri," tegasnya.
Munasib melanjutkan, semula pondok pesantrennya hanya mengontrak di sebuah rumah seluas 100 meter persegi. Tapi sejak 2010, Yayasan Kyai Ageng Majapahit kini sudah memiliki tempat yang lebih luas, namun tidak jauh dari rumah kontrakan tersebut.
"Alhamdulillah sudah ada tempat baru yang masih dalam proses pembangunan. Luasnya 800 meter persegi. Saat ini prosesnya sudah 85 persen. Hal itu tidak bisa terwujud jika bukan dari bantuan Allah melalui tangan para dermawan," imbuhnya.
Budi, perwakilan Teruci chapter Tangerang, menjelaskan tujuan bantuan sosial yang diberikan pihaknya kepada pengurus ponpes, merupakan agenda rutin tahunan.
"Kebetulan saat ini kami sedang melakukan Munas Teruci di Kota Semarang. Maka dari itu, ini termasuk rangkaian kegiatan kami di Kota Lunpia," tuturnya.
Di lain pihak, Agus, Komandan Teruci chapter Semarang, mengatakan sebagai tuan rumah Munas, pihaknya memberikan kesempatan pada chapter lain untuk membuat kegiatan di Kota Semarang.
"Ini dukungan dari kami, karena tujuan dari chapter Tangerang ini baik. Apalagi di masa pandemi, banyak bagian masyarakat yang butuh uluran tangan. Semoga apa yang sudah diberikan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/teruci-tangerang-beri-bantuan2.jpg)