AC Milan
Eks Kiper AC Milan Donnarumma Curhat, Sakitnya Dobel Dianggap Penghianat dan Sering Dicadangkan PSG
Mantan kiper AC Milan yang kini membela PSG akhirnya mengungkapkan perasaannya sering dibangku cadangkan.
TRIBUNJATENG.COM, ITALIA - Mantan kiper AC Milan yang kini membela PSG akhirnya mengungkapkan perasaannya sering dibangku cadangkan.
Padahal dahulu di AC Milan Donnarumma merupakan pilihan utama.
Ia mengakui sering menjadi pemain cadangan rassanya menyakitkan.
Baca juga: AC Milan Tertarik Datangkan Icardi, Namun Juga Harus Membujuk Istrinya Karena Hal Ini
Baca juga: Diterpa Isu Krisis Finansial, Inter Milan Tak Akan Beli Pemain, Sejumlah Bintang Justru akan Dijual
Baca juga: Main di Olimpico Italia Kesurupan AS Roma, Dikejutkan Swiss, Jorginho Gagal Penalti
Gianluigi Donnarumma akhirnya mau buka suara mengenai perasaan yang ia alami setelah beberapa waktu membela Paris Saint-Germain (PSG).
Gigio Donnarumma memiliki start yang tak ideal bersama PSG.
Setelah "mengkhianati" AC Milan, Donnarumma justru mengalami kemunduran performa setelah bergabung ke Les Parisiens.
Donnarumma diketahui sempat menjadi pujaan bagi publik San Siro.
Dia berubah menjadi sosok pengkhianat di mata Milanisti setelah memutuskan meninggalkan AC Milan dengan dalih mencari gaji yang tinggi.
Dengan performa menawan selama di AC Milan, kiper nomor satu di Italia ini memiliki impian indah bersama PSG.
Paling tidak, Donnarumma bisa mengamankan posisi starting line-up reguler.
Namun kenyataannya tidak demikian bagi sang kiper.
Penjaga gawang 22 tahun ini justru menjadi ban serep dari Keylor Navas.
Musim ini, Donnarumma membukukan tujuh pertandingan dari ajang Ligue 1 dan Liga Champions.
Adik dari Antonio Donnarumma ini kemudian mencurahkan isi hatinya setelah mengalami periode yang kurang menyenangkan.
"Rivalitas dengan Navas mengganggu saya, tetapi itu tidak mempengaruhi penampilan saya," terang sang kiper, dikutip dari laman La Gazzetta dello Sport.
"Terkadang berada di bangku cadangan sangat menyakitkan hatiku."
Ia kemudian sedikit menyinggung bagaimana situasi berbeda pernah ia rasakan saat membela Rossoneri.
"Sewaktu di AC Milan, saya terbiasa memulai laga sebagai starter, dan sekarang kondisinya malah tidak mudah."
Jelas, sejak dipromosikan menembus skuat utama, Donnarumma tampil ta tergantikan.
Ia menjadi pilihan utama meski Rossoneri bergonta-ganti pelatih.
Namun situasi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi sang kiper.
Ia wajib membuktikan kualitasnya, sekaligus membayar penyesalan telah meninggalkan San Siro dengan performa menawan.
Kiper berusia 22 tahun itu diikat kontrak PSG hingga Juni 2026.
Les Parisiens berhasil mendapatkan Donnarumma dengan status bebas transfer setelah tidak mau memperpanjang kontraknya di AC Milan yang habis pada 30 Juni 2021.
Donnarumma dan AC Milan dikabarkan tidak menemui kesepakatan soal gaji dan durasi kontrak.
Baca juga: Xavi Inginkan Gelandang Chelsea untuk Barcelona, Thomas Tuchel Memberi Respons
Baca juga: Penyebab Jadon Sancho Gagal Bersinar di Manchester United, Salah Posisi atau Salah Solskjaer?
Baca juga: Jawaban Gerrard saat Ditanya Melatih Aston Villa Hanya Sebagai Batu Loncatan ke Liverpool
Tak ayal eks kiper Rossoneri ini juga mendapat perlakukan kurang bersahabat pada semifinal UEFA Nations League menghadapi Spanyol di San Siro, Milan, 7 Oktober 2021 silam
Pada laga di San Siro, Donnarumma menerima perlakukan tak mengenakkan.
Dia dicemooh dan dihujat habis-habisan oleh pendukung Italia yang dicurigai mayoritasnya adalah pendukung Rossoneri.
Hal itu disinyalir merupakan bentuk sakit hati pendukung Milan yang masih tidak rela melepas Donnarumma secara gratis ke PSG.
(Tribunnews.com/Giri)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Khianati AC Milan, Donnarumma Curahkan Rasa Sakit Hati Jadi Ban Serep Keylor Navas di PSG,