Breaking News:

Mal bakal Hadapi Tantangan Kebiasaan Masyarakat Belanja Online

akan ada sekitar 20 persen pengunjung yang tidak kembali lagi ke mal karena sudah terbiasa belanja online.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Vito
Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
ilustrasi - pengunjung berjalan-jalan di malParagon Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) optimistis kinerja pusat perbelanjaan/mal bakal kembali mengalami kejayaan pada 2022, dengan asumsi pandemi terkendali dan orang senantiasa menjaga protokol kesehatan.

“Sektor wisata dan mal akan booming tahun depan, karena selama 2 tahun ini orang jenuh di rumah terus,” ujar Ketua Umum DPP APPBI, Alphonzus Widjaja, saat melantik Kepengurusan DPD APPBI Jateng, di Hotel Rooms Inc, pekan lalu, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng.

Namun demikian, ia menyebut, akan ada sekitar 20 persen pengunjung yang tidak kembali lagi ke mal karena sudah terbiasa belanja online. Hal itupun dinilai menjadi tantangan mal untuk mengembalikan persentase yang hilang tersebut.

“Tahun depan nanti mal harus bisa menjadi fungsi untuk sosialisasi dan interaksi yang non-virtual. Baru setalah itu fungsi keduanya masuk, yaitu belanja,” jelas Alphonzus.

Dalam kesemmpatan yang sama, Ketua Dewan Pembina DPP APPBI, Sugwantono Tanto menuturkan, mal tidak perlu khawatir berkompetisi e-commerce yang tumbuh subur selama pandemi. Sebab, selama 30 tahun bergelut di mal, ia menganalisa mal selalu berevolusi.

"Pada 30 tahun yang lalu, jumlah resto di mal hanya 5 persen. Tapi saat ini untuk ukuran mal dengan luasan kecil pun, resto bisa sampai 25-40 persen, bahkan ada yang 100 persen. Ini menunjukkan tujuan orang ke mal berubah dari masa ke masa. Dulu hanya belanja fashion, sekarang jadi tujuan makan,” tuturnya.

Periode evaluasi mal tiap 5 tahun, menurutnya, saat ini kurang efektif. Pengelola mal harus tanggap sewaktu-waktu mencermati perilaku konsumen, tenant mix, dan event untuk menciptakan traffic.

Terkait dengan perkembangan organisasi, Alphonzus menyatakan APPBI masih memiliki tanggung jawab untuk membuat DPD lebih banyak di tiap daerah.

Total ada sekitar 350 mal yang saat ini tergabung dalam APPBI. “Dari 350 ini, 250 ada di Jawa-Bali dan lainnya di luar itu. Ini yang jadi tantangan kami untuk membentuk yang di tingkat daerah,” jelasnya.

Selama pandemi, dia menambahkan, kemitraan yang terjalin bersama pemerintah juga semakin sinergis. Satu wujud nyata adalah dijadikannya pusat-pusat perbelanjaan sebagai sentra vaksin untuk menekan laju penularan covid.

Dengan kepengurusan baru DPD Jateng yang kembali dipegang oleh Ani Suyatni sebagai Ketua periode 2021-2024, APPBI berharap kemitraan serupa juga terbentuk di tingkat daerah.

"Peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan-pelatihan yang relevan dengan kompetensi mal menjadi program kerja. Kami juga siap menjalin kemitraan dengan pemda,” ucap Ani. (Tribun Jateng/Idayatul Rohmah)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved