Breaking News:

Guru Berkarya

Meningkatkan Hasil Belajar IPA dengan Metode Demonstrasi

Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kegiatan proses sistem pembelajaran, diantaranya faktor guru, siswa, alat dan media yang tersedia...

Editor: abduh imanulhaq
IST
Kurniawati SPdSD, Guru SDN 01 Tanjungsari Kec Sugih Waras Kab Pemalang 

Oleh: Kurniawati SPdSD, Guru SDN 01 Tanjungsari Kec Sugih Waras Kab Pemalang

SALAH satu tugas sekolah adalah memberikan pengajaran kepada siswa dengan tujuan agar siswa memperoleh kecakapan, pengetahuan, dan pengembangan pribadinya. Namun dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dewasa ini, dalam proses pembelajaran siswa kurang perhatian dan malas diajak berpikir analisis terhadap materi pembelajaran yang diajarkan (B. Suryosubroto 2009:189).

Hal ini ditunjukkan dengan munculnya sikap pasif, apatis, kurang peduli dan masa bodoh dari siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas, yang dapat dilakukan guru adalah mengubah cara penyampaian pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher center) kepembelajaran yang berpusat kepada siswa (student center).

Hal ini menghendaki bahwa dalam pengelolaan proses belajar mengajar diharapkan mampu memilih metode yang sesuai untuk digunakan agar tercipta situasi belajar mengajar yang kondusif. Cara ini bertujuan agar siswa dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya secara optimal. Namun sejauh ini guru masih banyak memfokuskan pembelajaran pada pengetahuannya tanpa memperhatikan kebutuhan siswa.

Menurut Wina Sanjaya (2006: 50) terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kegiatan proses sistem pembelajaran, di antaranya faktor guru, siswa, alat dan media yang tersedia, serta faktor lingkungan. Dengan demikian proses belajar mengajar memerlukan keseriusan dari guru agar aktivitas peserta didik meningkat dan dapat menumbuhkan perubahan tingkah laku peserta didik dari sebelum dan sesudah terjadinya proses pembelajaran yang ditunjukan aktif belajar. Berdasarkan pengalaman yang penulis hadapi di kelas 4 SDN 01 Tanjungsari Kabupaten Pemalang.

Pokok permasalahan yang timbul dan dirasakan oleh penulis dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam adalah bagaimana mengoptimalkan atau melibatkan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran. Dari 10 siswa hanya sekitar 30% yang aktif saat mengikuti pembelajaran. Sisanya hanya datang, diam dan lebih banyak mengganggu temannya yang sedang belajar sehingga aktivitas belajar siswa tidak optimal.

Materi IPA khususnya penggunaan sumber energi panas bagi kehidupan sehari-hari. Hal tersebut didukung oleh indentifikasi permasalahan pendidikan pada siswa yang dilakukan Sardiman, (2001: 18-19) yang meliputi: siswa kurang serius dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas, siswa kurang berani mengungkapkan ide, gagasan, dan pendapat tentang suatu hal sehingga nampak pasif dalam berbagai pertemuan atau kegiatan diskusi, siswa kurang peduli atau peka terhadap sesamanya.

Bila hal tersebut dibiarkan penulis rasa dapat menimbulkan kesenjangan kognitif, afektif dan psikomotor antar siswa dan tentunya merupakan hambatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan temannya. Menunjukkan tidak ada motivasi mereka dalam belajar, kurang percaya diri, tidak dapat bekerja mandiri, dan tidak dapat bekerja sama dengan orang lain.

Dengan demikian adanya peningkatan aktivitas belajar siswa maksimal 80% saat mengikuti pembelajaran. Adanya peningkatan hasil belajar IPA yaitu penggunaan energi panas bagi kehidupan sehari-hari, nilai rata-rata yang tadinya 45,60 meningkat menjadi 88,44 dengan metode desmonstrasi.

Hal yang dilakukan penulis yaitu mengadakan tindakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar. Penulis memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang tepat yaitu metode demonstrasi. Dengan metode demonstrasi penulis rasa akan timbul hubungan kerja sama, komunikasi dan interaksi antar siswa. Hal ini bertujuan agar siswa dapat belajar secara aktif dalam pembelajaran. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved