Breaking News:

Guru Berkarya

Penerapan STEAM, Pembelajaran IPA Berbasis Seni

Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan sains dan teknologi dalam bidang kehidupan.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Didik Irwanto SPd, Guru SMPN 3 Petarukan Kab Pemalang 

Oleh: Didik Irwanto SPd, Guru SMPN 3 Petarukan Kab Pemalang

ABAD 21 ditandai pesatnya perkembangan sains dan teknologi dalam bidang kehidupan. Mengacu pada pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa pendidikan dihadapkan pada tantangan yang semakin berat, salah satunya tantangan tersebut adalah bahwa pendidikan hendaknya mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan utuh dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. Kondisi ini menuntut semua pihak, tidak terkecuali guru untuk selalu belajar untuk meningkatkan kemampuan kompetensinya sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman.

Dalam pembelajaran di sekolah guru dituntut untuk dapat secara terus-menerus melakukan perbaikan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Guru yang kreatif dan inovatif adalah adalah guru yang selalu mencari dan menemukan hal-hal baru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Masih ada permasalahan yang dihadapi guru ketika melakukan pembelajaran IPA, terutama di SMPN 3 Petarukan. Meskipun sebagian guru sudah berupaya melakukan berbagai inovasi dalam pembelajaran, tetapi masih banyak kelemahan, model pembelajaran belum terintegrasi dengan disiplin ilmu yang lain, sehingga belum diperoleh hasil belajar yang maksimal.

STEAM didasari dari pembelajaran STEM yang ditambah unsur Art(Seni). Pembelajaran STEM didefinisikan sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang terintregasikan dari konsep sains, teknologi, teknik dan matematika (Syukri, 2013). STEAM merupakan pendekatan pembelajaran terpadu yang mendorong siswa untuk berpikir lebih luas tentang masalah di dunia nyata.

Salah satu materi IPA siswa kelas VIII pada semester dua adalah Getaran dan Gelombang, secara rinci materi ini dijabarkan silabus pada pelajaran IPA pada KD 3.11. Menganalisis konsep getaran, gelombang dan bunyi, dan sistem pendengaran dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah pendahuluan, siswa diminta untuk melihat tayangan video dengan tema “Meminta pertolongan dalam keadaan darurat”. Dalam video tersebut menceritakan seorang pendaki yang keluar dari jalur. Lokasinya jauh dari jalan yang biasa digunakan para pendaki. Di tempat tersebut tidak mudah ditemukan atau didengar oleh orang lain. Selain itu, kaki pendaki tersebut terluka dan tidak bisa bergerak. Dalam akhir tayangan ada pertanyaan bagaimana pendaki bisa meminta bantuan?

Selanjutnya siswa beraktivitas, yaitu mengeksplorasi prinsip-prinsip transmisi suara, memahami intensitas suara dan mengeksplorasi metode untuk membuat suara lebih keras dengan meningkatkan intensitas dengan bahan-bahan yang sudah disediakan yaitu gulungan tisu toilet, gelas kertas, pegas, benang, kertas, corong, gelas plastik, pot, botol plastik bening, pengukur kebisingan atau aplikasinya. Siswa diminta untuk melakukan eksperimen komparatif untuk membuat suara lebih nyaring dan membuat penguat suara menggunakan beberapa bahan ini dan menghubungi bantuan menggunakan perangkat.

Dalam situasi darurat, kita mungkin tidak dapat menemukan materi yang berguna di sekitar kita. Mintalah siswa menggunakan benda-benda yang ditemukan di kelas selain bahan yang disiapkan oleh guru. Kegiatan eksplorasi benda-benda yang ada disekitarnya bertujuan untuk membantu siswa memahami hubungan antara bentuk benda dan intensitas bunyi, serta mengembangkan ide-idenya dalam membuat penguat bunyi sendiri.

Berdasarkan hasil kegiatan bahwa pembelajaran STEAM dapat lebih meningkatkan pemahaman siswa tentang materi gelombang dan bunyi (transmisi), dan pembelajaran lebih menyenangkan. Unsur-unsur STEAM yang dapat ditemukan adalah (Sains), bekerja dengan bahan transmisi suara, intensitas suara, dan metode untuk mengirimkan suara dari jarak jauh. (Teknologi dan Enginering), membuat perangkat penguat dan pemancar suara diri sendiri menggunakan fitur suara. (Art), Mendekorasi penguat suara yang dibuat. (Matematika), Mengukur/ menguji kinerja penguat suara yang digunakan untuk meminta bantuan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved