Breaking News:

Perbankan Mulai Turunkan Bunga untuk Pacu Permintaan Kredit

bank telah menyesuaikan bunga di segmen ritel banking sesuai dengan profil risiko nasabah dan bunga yang berlaku di pasar.

Editor: Vito
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sejumlah bank mulai menyesuaikan suku bunga untuk memacu permintaan kredit di masyarakat, seiring dengan tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Di antaranya adalah PT Bank OCBC NISP Tbk yang telah menurunkan suku bunga dasar kredit (SBDK) konsumsi, yakni kredit pemilikan rumah (KPR) dari sebelumnya 8,80 persen menjadi 8,25 persen, di mana kebijakan itu mulai berlaku pada 1 November 2021.

"Adapun suku bunga dasar kredit korporasi, ritel, dan konsumsi non-KPR tidak mengalami perubahan," kata Corporate Communication Division Head OCBC NISP, Aleta Hanafi, pekan lalu.

Menurut dia, setiap segmen kredit mempunyai suku bunga yang beragam. Misalnya, suku bunga dasar kredit korporasi dan kredit ritel, masing-masing sebesar 8,75 persen dan 9,25 persen. Sementara suku bunga kredit konsumsi non-KPR berada di level 9,80 persen.

Tak hanya OCBC, PT Bank Permata Tbk juga menurunkan bunga kredit. Direktur Ritel Bank Permata, Djumariah Tenteram menuturkan, bank telah menyesuaikan bunga di segmen ritel banking sesuai dengan profil risiko nasabah dan bunga yang berlaku di pasar.

Sejak akhir 2020 hingga saat ini, bank swasta itu telah menurunkan bunga KPR maupun kredit UMKM sekitar 2 persen hingga 2,25 persen. “Jadi memang penurunannya suku bunga kredit beriringan dengan penurunan BI rate,” jelasnya.

Adapun, PT Bank Panin Tbk telah memangkas bunga kredit sepanjang 2021. Presiden Direktur Bank Panin, Herwidayatmo menyatakan, suku bunga semua jenis kredit sudah diturunkan. Rata-rata bunga turun antara 1,25 persen sampai 1,60 persen.

"Untuk bunga kredit korporasi turun 1,30 persen, kredit komersial turun 1,25 persen, kredit mikro turun 1,60 persen, dan KPR turun 1,50 persen," ungkapnya.

Masih terbatas

Menurut dia, penurunan suku bunga tidak terlalu berpengaruh pada pertumbuhan kredit, karena permintaannya yang masih terbatas di masa pandemi. Selain itu, bank juga lebih hati-hati dan selektif menyalurkan kredit.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved