Breaking News:

Berita Bisnis

Komoditi Pangan Naik, Masyarakat Menjerit: Coba Para Pejabat Seperti Kami, pasti Teriak Juga

Di Pasar Sampangan Kota Semarang misalnya, kenaikan harga telur ayam ras di pasaran mencapai 30 persen lebih

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Budi Susanto
Suasana di Pasar Peterongan Kota Semarang, Senin (15/11/2021). Harga sembako melejit membuat masyarakat menjerit. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kenaikan sejumlah komoditi pangan jelang tahun baru selalu jadi problematika masyarakat.

Pengendalian harga melalui sidak hingga operasi pasar jadi andalan untuk pemerintah untuk menganali meroketnya harga komoditi pangan.

Manjur ataupun tidak, kenaikan harga bahan bangan selalu terjadi khususnya jelang hari-hari besar keagamaan.

Tak hanya di tingkat kabupaten kota sampai tingkat provinsi pengendalian harga pangan dilakukan.

Kementerian Perdagangan juga telah mengeluarkan edaran menyoal batasan atas harga sejumlah komoditi tersebut.

Melalui Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 07 Tahun 2020, harga acuan beberapa komoditi pangan ke tingkat konsumen juga sudah diatur.

Dalam peraturan itu, acuan harga minyak goreng dan telur ayam ras dipatok pada harga Rp 11 ribu per liter, dan telur ayam ras Rp 24 ribu per kilogram.

Meski demikian, pedagang dan masyarakat tetap menjerit dan mengeluhkan kenaikan harga yang acapkali terjadi jelang hari besar.

Di Pasar Sampangan Kota Semarang misalnya, kenaikan harga telur ayam ras di pasaran mencapai 30 persen lebih.

Di mana harga awal telur ayam ras hanya Rp 19 ribu perkilogram kini menjadi Rp 25 ribu lebih.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved