Breaking News:

Berita Bisnis

Komoditi Pangan Naik, Masyarakat Menjerit: Coba Para Pejabat Seperti Kami, pasti Teriak Juga

Di Pasar Sampangan Kota Semarang misalnya, kenaikan harga telur ayam ras di pasaran mencapai 30 persen lebih

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Budi Susanto
Suasana di Pasar Peterongan Kota Semarang, Senin (15/11/2021). Harga sembako melejit membuat masyarakat menjerit. 

Sementara untuk minyak goreng kemasan terjadi pergerakan harga uang prosentasenya mencapai 18 persen lebih sejak awal November lalu.

Harga minyak goreng kemasan yang awalnya Rp 16 ribu kini naik di angka Rp 19 ribu untuk satu liternya.

Masyarakat pun menyampaikan keluhannya, menanggapi pergerakan harga yang terus terjadi sejak awal November.

“Mungkin bagi yang punya uang tak masalah ada kenaikan Rp 1 sampai Rp 10 ribu untuk minyak maupun telur, tapi bagi yang ekonomi pas-padan seperti saya sangat terbebani karena harga terus naik,” papar Ningsih (47) satu di antara warga Kecamatan Gajahmungkur, Senin (15/11/2021).

Menurutnya, mau tak mau ia harus membeli bahan pangan tersebut meski harganya terus merangkak naik.

“Beberapa bahan tersebut setiap hari saya gunakan, minyak goreng misalnya. Ya mau tak mau harus beli,” ujarnya.

Ia mengatakan, adanya patokan dan pengendalian harga yang dilakukan pemerintah juga tak ada hasilnya.

“Kesannya hanya program-program saja, hasilnya mana. Jelas-jelas harga masih naik terus, coba saja pejabat yang digaji negara itu dihadapkan dengan kondisi ekonomi tingkat bawah seperti kami, saya yakin akan teriak juga,” ucapnya.

Terpisah para pedagang di Pasar Peterongan Kota Semarang, hanya bisa pasrah dengan adanya kenaikan harga sejumlah komoditi tersebut.

Mereka mengakui jelang tahun baru dan Natal beberapa komoditi seperti telur ayam dan minyak selalu merangkak naik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved