Breaking News:

Guru Berkarya

Pembelajaran Koordinat Kartesius Menarik Melalui Proteta

Pembelajaran matematika merupakan salah satu pelajaran yang tidak banyak disegani oleh peserta didik, karena dianggap susah dan rumit untuk dipelajari

Editor: abduh imanulhaq
IST
Sri Hastuti SPd, Guru SMPN 4 Comal Kab Pemalang 

Oleh: Sri Hastuti SPd, Guru SMPN 4 Comal Kab Pemalang

PEMBELAJARAN matematika merupakan salah satu pelajaran yang tidak banyak disegani oleh peserta didik, karena dianggap susah dan rumit untuk dipelajari. Hal itu dapat diihat dari rendalanya prestasi belajar matematika peserta didik jika di bandingkan dengan pelajaran lain. Kurangnya minat pada pelajaran matematika juga disebabkan sebagian guru menggunakan metode pembelajaran konvensional, akibatnya hasil belajar peserta didik kurang memuaskan.

Takut, bosan, malas, itulah yang dirasakan dan dialami oleh sebagian besar siswa ketika proses pembelajaran matematika. Hal ini antara lain disebabkan oleh materi yang dianggap susah oleh siswa. Kemudian rumus yang cukup banyak, guru matematika yang terkesan serius, dan metode pembelajaran yang monoton. Jika hal ini dibiarkan maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai.

Perlu kreativitas guru dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung dan menyenangkan. Meliputi kemampuan personal guru dalam pembelajaran, penguasaan materi dan penugasan kelas, sarana prasarana ( media, alat peraga ), dan metode atau model pembelajaran yang interaktif. Salah satunya adalah dengan Proteta (Problem Based Learning Temu Tamu).

Berdasarkan ilustrasi di atas, penulis sebagai guru matematika kelas 8 di SMP Negeri 4 Comal Pemalang, saat menyampaikan materi koordinat kartesius dalam KD “Menjelaskan kedudukan titik dalam bidang koordinat kartesius yang dihubungkan dengan masalah kontekstual”, mencoba menggunakan model Proteta. Hal ini penulis lakukan untuk meningkatkan pembelajaran koordinat kartesius, serta siswa merasa tertarik dan senang belajar matematika dalam KD tersebut, sehingga memperoleh nilai ulangan yang memuaskan.

Menurut Hudojo ( 1998;64 ), model Proteta adalah pembelajaran gabungan antara Problem Based Learning ( PBL ), pembelajaran berbasis masalah, dengan Temu Tamu. Menurut Trianto ( 2007;42 ) langkah-langkah pelaksanaan Problem Baased Learning adalah Pertama, Orientasi siswa pada masalah. Kedua, Mengorganisasikan siswa. Ketiga, Membimbing penyelidikan individu dan kelompok. Keempat, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Kelima, Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah dan memberikan penghargaan.

Langkah-langkah pembelajaran “Temu Tamu” diawali dengan pembagian kelompok. Satu kelompok terdiri dari 4 orang siswa dengan kemampuan heterogen ( 1 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa bekemampuan sedang dan 1 berkemampuan rendah ). Setelah kelompok terbentuk, guru memberikan tugas berupa permasalahan - permasalahan yang harus mereka diskusikan.

Setelah diskusi kelompok selesai, dua orang dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya untuk bertamu ke kelompok lain. Anggota kelompok yang tidak mendapat tugas sebagai tamu mempunyai kewajiban menerima tamu dan menyajikan hasil kerja kelompoknya. Kemudian memberikan informasi atau penjelasan tentang langkah-langkah penyelesaian kepada tamu tersebut.

Formasi ini diulang hingga semua anggota kelompok mendapatkan peran sebagai tamu dan penerima tamu. Setelah kembali kekelompok asal, semua anggota melaporkan informasi yang mereka peroleh kemudian mencocokan dan membahas hasil kerja yang telah mereka lakukan.

Dengan model pembelajaran Proteta, siswa kelas 8 SMP Negeri 4 Comal Pemalang menjadi lebih semangat dan antusias. Karena semua siswa terlibat aktif dan mempunyai tugas masing masing untuk dilaporkan kepada kelompoknya.

Hal ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan percaya diri siswa serta menumbuhkan kemampuan bekerjasama dengan orang lain. Model pembelajaran ini juga membuat siswa tidak bosan dan mengantuk, karena adanya perpindahan siswa ke kelompok lain. Dengan demikian pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, penguasaan materi siswa meningkat, sehingga hasil belajar siswa juga meningkat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved