Breaking News:

Guru Berkarya

PJBL Mempemudah Penyampaian Materi Siklus Makhluk Hidup

Proses pembelajaran dalam pelaksanaannya selalu mengacu kepada regulasi yang mengatur termasuk aturan tentang penerapan kurikulum.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Rodhiyah SPdSD, Guru SDN Jetaklengkong Kec Wonopringgo Kab Pekalongan 

Oleh: Rodhiyah SPdSD, Guru SDN Jetaklengkong Kec Wonopringgo Kab Pekalongan

PROSES pembelajaran merupakan unsur penting penunjang pendidikan. Proses pembelajaran dalam pelaksanaannya selalu mengacu kepada regulasi yang mengatur termasuk aturan tentang penerapan kurikulum.

Kurikulum 2013 merupakan kebijakan yang paling akhir dan masih berlaku sampai sekarang. Implementasi Kurikulum 2013 adalah mendorong siswa secara mandiri menguasai kompetensi minimal yang telah didesain. Kemandirian siswa diharapkan akan terbentuk dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan kurikulum 2013.

Siswa perlu diberikan stimulan agar sikap mandiri yang ada dalam dirinya dapat dimunculkan. Guru sebagai pendidikan memikul tugas dan tanggung jawab untuk dapat memancing sikap mandiri anak terutama jenjang pendidikan dasar agar berkembang. Penerapan pembelajaran aktif akan dapat menjadi salah satu solusinya pada proses pembelajaran.

Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2015 tentang Standar nasional Pendidikan pada pasal 19, ayat 1 mengamanatkan bahwa Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Pembelajaran aktif adalah suatu proses pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam membangun pemahaman fakta, gagasan dan keterampilan melalui penyelesaian struktural yang kemudian diarahkan ke dalam tugas dan kegiatan.

Budimansyah, dkk (2013 :70) menjelaskan bahwa pembelajaran aktif adalah proses pembelajaran yang harus guru ciptakan untuk membentuk suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif mengajukan pertanyaan, mengemukakan gagasan, dan mencari data dan informasi yang mereka perlukan untuk memecahkan masalah.  Kompetensi yang harus dikuasai siswa pada tema pokok bahasan IPA yaitu siklus makhluk hidup. Kompetensi dasar 3.2 Membandingkan siklus hidup beberapa jenis makhluk hidup serta mengaitkan dengan upaya pelestariannya harus di sampaikan secara tepat.

Kompetensi dasar tentang membandingkan siklus hidup umumnya berisi siklus hidup makhluk hidup menurut pengelompokkan kingdomnya hingga spesiesnya. Karena keanekaragaman jenisnya dan pola hidupnya, ditambah dengan faktor eksternal lain membuat suatu makhluk hidup dapat bertahan maupun berkurang keturunannya. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut diperlukan upaya-upaya pelestarian yang sesuai.

Hasil belajar materi siklus makhluk hidup pada kelas 4 SDN Jetaklengkong Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan tergolong masih rendah. Jumlah siswa yang mendapat nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 43,3%.

Mereka sekadar menghafal tulisan yang ada di buku. Padahal materi tentang siklus makhluk hidup berhubungan langsung dengan kehidupan siswa.

Dari masalah tersebut, salah satu model yang dapat digunakan adalah Project Based Learning atau pembelajaran berbasis proyek. Sabar Nurohman (2013:9) menjelaskan Project Based Learning adalah model pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk merencanakan aktivitas belajar, melaksanakan proyek secara kolaboratif, dan akhirnya dipresentasikan di depan siswa lainnya.

Langkah penerapan PJBL diawali guru dengan penentuan pertanyaan mendasar yaitu pengetahuan tentang makhluk hidup. Siswa diminta membuat pertanyaan untuk mengemukakan rasa ingin tahunya.

Langkah selanjutnya, mendesain perencanaan proyek. Siswa berkelompok dengan anggota 4 orang. Siswa mendiskusikan tentang yang akan dibuat, waktu pembuatan, dan mempelajari bahan-bahan yang diperlukan.

Berikutnya, siswa menyusun jadwal proyek pembuatan rangkaian siklus hidup makhluk hidup. Pada proses pembuatannya, guru memantau setiap kelompok. Jika proyek sudah selesai, siswa menunjukkan hasil kerjasamanya di depan kelompok lainnya. Guru memberikan apresiasi dan penguatan kepada siswa.

Penerapan model pembelajaran PJBL ternyata sangat membantu guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. Siswa sangat antusias mengikuti proses pembelajaran, karena terlibat langsung dalam praktek sebuah proyek. Ketuntasan Minimal dapat mencapai 85 % dari evaluasi lanjutan yang telah dikerjakan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved