Breaking News:

Guru Berkarya

The Power of Two and Four Tingkatkan Pemahaman Bentuk Aljabar

Matematika menjadi salah satu pelajaran yang menakutkan bagi siswa di semua jenjang pendidikan.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Rina Tadiana SPd, Guru SMPN 4 Comal Kab Pemalang 

Oleh: Rina Tadiana SPd, Guru SMPN 4 Comal Kab Pemalang

MATEMATIKA menjadi salah satu pelajaran yang menakutkan bagi siswa di semua jenjang pendidikan. Hal ini disebabkan guru hanya mengajarkan keterampilan prosedural kepada peserta didik tanpa menjelaskan mengapa prosedur tersebut digunakan.

Di SMP Negeri 4 Comal, saat pembelajaran matematika siswa yang aktif hanya sebagian saja. Sebagian yang lain terlihat jenuh, terbukti sering izin keluar kelas bergantian.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, penulis sebagai guru matematika di kelas 7, saat menyampaikan materi Bentuk Aljabar dalam KD “ Menjelaskan bentuk aljabar dan melakukan operasi pada bentuk aljabar (Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian dan Pembagian) ”, menggunakan metode pembelajaran “ The Power Of Two and Four”. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman bentuk aljabar dan minat belajar matematika  sehingga memperoleh nilai yang memuaskan.

Menurut Agus Suprijono (2009;100), praktek pembelajaran dengan metode The Power Of Two and Four, diawali dengan mengajukan pertanyaan yang membutuhkan pemikiran kritis. Siswa secara perseorangan menjawab pertanyaan yang diterimanya. Setelah siswa menjawab, siswa diminta untuk mencari pasangan.

Siswa yang berpasangan saling menjelaskan jawabannya, kemudian menyusun jawaban baru yang disepakati. The Power Of Two and Four (menggabungkan 2 dan 4 kekuatan) adalah penerapan strategi pembelajaran yang membiasakan belajar aktif secara individu dan kelompok (belajar bersama hasilnya lebih berkesan).

Pelaksanaan metode The Powe Of Two and Four, siswa harus memiliki pengetahuan dasar yang akan didiskusikan. Dalam metode ini, guru berperan sebagai pengamat, model, perencana dan evaluator.

Prosedur pelaksanaan model pembelajaran ini adalah: a) Menetapkan masalah terkait dengan materi pokok (SK/KD/Indikator). b) Siswa diminta untuk berfikir tentang masalah tersebut. c) Siswa menuliskan pemecahan masalah secara mandiri lalu memeriksa hasil kerjanya. d) Siswa bekerja berpasangan 2 orang dan berdiskusi tentang masalah tersebut. e) Siswa membuat jawaban baru atas masalah yang disepakati berdua. f) Siswa bekerja berpasangan 4 orang dan berdiskusi lalu bersepakat mencari jawaban terbaik, lalu memeriksa hasilnya. g) Jawaban ditulis dalam kertas, guru memeriksa dan memastikan setiap kelompok telah menghasilkan kesepakatan h) Guru menjelaskan dan memberi solusi atas permasalahan yang didiskusikan. i) Guru melakukan kesimpulan dan tindak lanjut.

Menurut Ramadhan (2009; 87), The Power Of Two and Four memiliki beberapa kelebihan, yaitu a) Siswa tidak menggantungkan guru, strategi ini dapat menambah kepercayaan dan kemampuan berfikir, menemukan informasi dan saling belajar. b) Mengembangkan kemampuan dalam mengungkapkan ide untuk dibandingkan dengan orang lain. c) Membantu siswa untuk bekerja sama dengan kelompok lain. d) Membantu siswa bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. e) Meningkatkan motivasi dan rangsangan untuk berfikir. f) Meningkatkan prestasi akademik serta kemampuan sosialnya. Strategi ini juga mempunyai kelemahan,di antaranya: a) Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar. b) Memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan. c) Siswa tidak bisa menggunakan waktu dengan baik dalam menyelesaikan soal.

Dengan menerapkan The Power Of Two and Four mampu meningkatkan pemahaman dan hasil siswa kelas 7 SMP Negeri 4 Comal Pemalang dalam poses pembelajaran bentuk Aljabar yang di tunjukan adanya perubahan dalam proses pembelajaran yaitu kesiapan dan keaktifan pada proses pembeljaran, serta adanya peningkatan nilai tes akhir. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved