Breaking News:

Berita Banjarnegara

ADD Dipangkas untuk Refocussing Covid 19, Perangkat Desa Kesulitan Bayar BPJS dan Insentif RT

Pandemi Covid 19 memaksa pemerintah merogoh anggaran besar untuk upaya penanggulangan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul muzaki
Audiensi PPDI Banjarnegara dengan DPRD Kabupaten Banjarnegara di gedung DPRD, Senin (15/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS. COM, BANJARNEGARA - Pandemi Covid 19 memaksa pemerintah merogoh anggaran besar untuk upaya penanggulangan.

Anggaran di berbagai sektor pun dipangkas seiring kebijakan refocussing untuk penanganan Covid 19. 

Tidak kecuali Alokasi Dana Desa (ADD). Di Kabupaten Banjarnegara, pemerintah desa diajak prihatin karena harus merelakan sebagian anggaran desa untuk penanganan Covid 19. 

Pada tahun 2020 dan tahun 2021 misalnya, ADD di Kabupaten Banjarnegara dipangkas Rp 9 sampai 10 miliar tiap tahunnya untuk refocussing Covid 19.  Ini tak ayal memengaruhi jalannya roda pemerintahan desa. 

"Yang jelas memengaruhi jalannya roda pemerintahan, " kata Eli Sunanto, Ketua Umum Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Banjarnegara, Selasa (16/11/2021) 

Padahal Pemerintah Desa harus memikirkan operasional, membiayai lembaga kemasyarakatan desa hingga intensif untuk RT atau RW. Biasanya kebutuhan itu tercukupi dengan ADD yang ada. 

Kebijakan refocussing membuat pemerintah desa kesulitan mencukupi kebutuhan itu karena terbatas anggaran. 

Terlebih, alokasi ADD sudah lebih banyak tersedot untuk alokasi penghasilan tetap dan tunjangan bagi aparatur pemerintah desa (Siltap). 

Beban pemerintah desa kian berat karena harus menanggung premi BPJS Ketenagakerjaan perangkat desa yang tiap orang bisa mencapai ratusan ribu rupiah perbulan. 

"ADD paling sisa Rp 2- 5 juta per tahun. Padahal kami butuh operasional, intensif RT RW, Linmas, lembaga kemasyarakatan, dan BPJS, "katanya

Karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah menaikkan kembali ADD agar kebutuhan desa tercukupi. Terlebih Pandemi Covid 19 saat ini sudah melandai sehingga ia merasa tak perlu ada lagi refocussing untuk penanggulangan Covid 19 dengan memangkas ADD. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved