Breaking News:

Berita Kudus

BLT Buruh Rokok Bisa Buat Tambahan Jajan Anak ‎

Belasan tahun bekerja di perusahaan rokok bukanlah waktu yang singkat bagi Rustina (42‎).

Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Produksi rokok di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Belasan tahun bekerja di perusahaan rokok bukanlah waktu yang singkat bagi Rustina (42‎), warga Jekulo, Kabupaten Kudus.

Dia memilih untuk bekerja menjadi buruh rokok untuk membantu ekonomi keluarga karena harus menanggung dua orang anak.

Rus menyampaikan, bekerja di pabrik rokok

Produksi rokok di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kudus.
Produksi rokok di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kudus. (Tribun Jateng/Raka F Pujangga)

membuatnya bisa menyekolahkan anaknya di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Meskipun dia sempat keluar masuk dan berganti perusahaan.

"Saya bekerja di pabrik rokok karena bisa ini‎, alhamdulillah bisa membantu ekonomi keluarga," ucap buruh borongan itu.

Rencana pemerintah daerah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) bagi buruh rokok tentu disambut gembira.

Pasalnya, dia bisa membantu mencukupi kebutuhan anaknya.

"Kalau terima saya nggak tahu, kalau dapat ya bersyukur. Buat jajan anak," katanya.

Dalam sehari, dia bisa melinting rokok sigaret kretek tangan (SKT) mencapai 4.000 sampai 5.000 batang setiap harinya.

Saat pandemi upahnya‎ berkurang karena harus bekerja secara shift karena untuk mencegah penyebaran Covid-19 di perusahaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved