Breaking News:

Berita Kendal

Kebut Normalisasi Kalibuntu Kendal dengan Ekskavator 

Pemerintah Kabupaten Kendal mengebut normalisasi sungai Kali Buntu di Kecamatan Kota Kendal.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Petugas membersihkan tanaman eceng gondok di Kali Buntu Kota Kendal dengan menggunakan ekskavator, Selasa (16/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, bersama Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng mengebut normalisasi sungai Kalibuntu di Kecamatan Kota Kendal.

Normalisasi dilakukan dengan pengerukan tanaman eceng gondok yang tumbuh subur sepanjang 2 kilometer dengan mengerahkan alat berat ekskavator selama 10 hari.

Dengan harapan aliran Kalibuntu bisa normal kembali sebelum intensitas hujan meningkat.

Plt Kepala DLH Kendal, Iwan Muhtadi mengatakan, pembersihan tanaman eceng gondok ini sebagai upaya meminimalisir potensi banjir.

Namun bukan sebagai solusi pencegahan banjir saat intensitas hujan tinggi.

Ia berharap, upaya pencegahan ini bisa dilakukan minimal sebulan sekali untuk meminimalisir dampak bencana banjir yang bisa saja datang sewaktu-waktu.

"Eceng gondok ini menghambat aliran sungai menuju ke laut. Harus rutin dibersihkan karena tumbuhnya sangat cepat," terangnya, Selasa (16/11/2021).

Selain itu, kata Iwan, normalisasi juga bakal dilakukan di Sungai Kota Kendal dan beberapa sungai kecil lainnya.

Dengan harapan bisa menekan potensi banjir di beberapa titik rawan terjadi luapan air sungai. 

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menerangkan, penanganan selanjutnya akan dikordinasikan dengan pihak terkait agar pekerjaan yang sama tidak terulang terus menerus.

Beberapa upaya sudah dilakukan perbaikan dan pembangunan tanggul rawan banjir untuk menekan angka potensi banjir di Kendal.

Ia berharap, normalisasi sungai bisa dikebut sebelum terjadi hujan intensitas tinggi ke depannya. 

"Pembersihan eceng gondok ini dilakukan agar aliran sungai lancar, cegah banjir sebelum intensitas hujan semakin tinggi. Dan kami akan pikirkan solusinya agar tidak jadi pekerjaan terus menerus," terangnya. 

Dico mengakui, masih ada beberapa titik rawan banjir di Kendal yang belum bisa diantisipasi dengan maksimal.

Sehingga perlu kewaspadaan ekstra dari masyarakat dan petugas penanggulangan bencana agar bersiaga setiap saat ketika terjadi hujan yang deras. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved