Breaking News:

Guru Berkarya

Menerapkan Learning Cycle pada Pembelajaran Dinamika Demokrasi

Proses pembelajaran ditawarkan secara variatif oleh guru dalam penyampaian materi pembelajaran di setiap lembaga pendidikan.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Dra Pudji Hastuti, Guru SMKN 1 Pemalang 

Oleh: Dra Pudji Hastuti, Guru SMKN 1 Pemalang

SALAH satu unsur terpenting dalam siklus pendidikan adalah proses pembelajaran. Proses pembelajaran ditawarkan secara variatif oleh guru dalam penyampaian materi pembelajaran di setiap lembaga pendidikan atau sekolah.

Proses pembelajaran yang menarik sangat diharapkan oleh setiap siswa termasuk pembelajaran PPKN di SMKN 1 Pemalang Kabupaten Pemalang. Siswa akan merasa nyaman, tenang dan semangat dalam proses pembelajaran, ketika proses pembelajaran dapat disajikan secara baik.

Hak prerogratif yang dimiliki oleh setiap guru seringkali masih tersia-siakan. Guru masih banyak melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan model lama dan membosankan. Siswa hanya menjadi objek atau bagian terkecil pada proses pembelajaran.

Guru perlu memanfaatkan model pembelajaran yang bersifat Student Centered atau pembelajaran yang berpusat pada aktifitas siswa. Siswa diberikan tanggung jawab untuk dapat mempelajari, memahami, dan mengembangkan pembelajaran secara bersama dalam bentuk kerjasama.

Kerjasama siswa dalam proses pembelajaran sangat penting untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menguraikan masalah dan berinteraksi sosial. Cooperatif Learning atau pembelajaran kooperatif dapat dijadikan alternatif yang tepat bagi siswa dalam proses pembelajaran.

Riyanto (2010: 267) menjelaskan Cooperative Learning atau pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan akademik (academic skill), sekaligus keterampilan social (social skill) termasuk interpersonal skill. Salah satu model pembelajaran yang menggunakan prinsip pembelajaran kooperatif adalah Learning Cycle (Siklus Belajar). Siklus belajar (learning cycle) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered).

Menurut Lawson yang dikutip oleh Bybee (1996: 205), Learning Cycle atau siklus belajar adalah satu cara berpikir dan bertindak yang cocok untuk siswa belajar. Penggunaan siklus belajar (Learning Cycle) memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengungkapkan pengetahuan sebelumnya dan kesempatan untuk menyanggah, mendebat gagasan-gagasan mereka.

Proses ini menghasilkan ketidak seimbangan kognitif, sehingga mengembangkan tingkat penalaran yang lebih tinggi, dan merupakan suatu pendekatan yang baik untuk pembelajaran. Model pembelajaran Learning Cycle sangat tepat diterapkan pada proses pembelajaran PPKN kelas 11 materi tentang menelusuri dinamika demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di SMKN 1 Pemalang Kabupaten Pemalang.

Pelaksanaan Learning Cycle atau siklus belajar terdiri dari beberapa tahap, yaitu libatkan (Engage), pada tahap ini kegiatan pokok pembelajaran bertumpu pada upaya meningkatkan minat siswa sambil menilai pemahaman awal siswa terhadap topik yang dibahas melalui kegiatan apersepsi, yaitu siswa diantarkan menuju materi yang akan dipelajarinya.

Eksplorasi (explore), tahap ini melibatkan siswa dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk membangun pemahamannya sendiri. Siswa berkesempatan terlibat secara langsung dengan fenomena yang diselidiki dan bahan kajian. Siswa bekerja sama dalam suatu tim, lalu mengalami pengalaman bersama dengan saling berbagi dan berkomunikasi tentang materi pembelajaran. Guru bertindak sebagai fasilitator yang menyediakan bahan-bahan pembelajaran dan siswa melaksanakan pembelajaran aktif.

Tahap berikutnya adalah penjelasan (explain), yaitu siswa diberi kesempatan untuk menjelaskan apa yang telah dipelajarinya, berkomunikasi dengan rekan-rekannya, dengan fasilitator (guru) melalui suatu proses reflektif. Elaborasi (elaboration) yaitu para siswa mengembangkan konsep-konsep yang telah dipelajarinya, membuat jalinan dengan konsep terkait lainnya secara sederhana kemudian mengaplikasikan pemahamannya ini dalam dunia nyata.

Memasuki tahap akhir adalah evaluasi (evaluation). Pada tahap ini, baik siswa maupun guru menilai sejauh mana para siswa memperoleh pemahaman tentang konsep-konsep pokok bahan ajar dan memperoleh pengetahuan baru.

Penggunaan model pembelajaran Learning Cycle sangat dirasakan keberhasilannya oleh guru dan siswa. Proses pembelajaran dapat dilaksanakan secara menyenangkan dan menarik serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada evaluasi akhir. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved