Breaking News:

Realisasi Pajak hingga Oktober 2021 Capai Rp 953,6 Triliun

tren penerimaan pajak terus meningkat dipicu oleh adanya pemulihan ekonomi yang semakin kuat.

Editor: Vito
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan tren penerimaan pajak terus meningkat dipicu oleh adanya pemulihan ekonomi yang semakin kuat. Tercatat hingga Oktober 2021, realisasi penerimaan pajak sudah sebesar Rp 953,6 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengatakan, realisasi tersebut tumbuh 15,3 persen dibandingkan dengan kinerja periode sama tahun lalu yang tercatat kontraksi 18,8 persen, atau dengan realisasi Rp 69 triliun.

Menurut dia, pertumbuhan tersebut terjadi seiring dengan pemulihan ekonomi dari pandemi covid-19.

“Pertumbuhan ini terjadi seiring dengan pemulihan ekonomi dari dampak pandemi covid-19. Pajak yang tahun lalu kontraksinya 18,8 persen, tahun ini recover dengan pertumbuhan 15,3 persen,” ujarnya, dalam acara virtual, Selasa (16/11).

Sri Mulyani merinci, secara keseluruhan pada Oktober 2021 pendapatan negara sudah sebesar Rp 1.510 triliun, atau 86,6 persen dari target dalam pagu APBN 2021 sebesar Rp 1.743,6 triliun. Capaian itu juga tumbuh 18,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1.277 triliun.

Sementara itu, dari sisi kepabeanan dan cukai, realisasinya mencapai Rp 205,8 triliun, atau tumbuh 25,5 persen. Realisasi itu setara 95,7 persen dari target Rp 215 triliun. Kemudian, dari sisi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sudah sebesar Rp 349,2 triliun, atau tumbuh 25,2 persen yoy.

Realisasi itu setara 117 persen atau sudah melampaui target Rp 298,2 triliun, karena didukung kenaikan harga komoditas. “Peningkatan kinerja PNBP utamanya didukung penerimaan SDA, sejalan tren peningkatan harga komoditas,” ucapnya.

Sri Mulyani menuturkan, di saat ekonomi mulai pulih, belanja pemerintah akan dikendalikan secara bertahap, tetapi dipastikan tidak akan mengorbankan sisi belanja untuk penanganan covid-19 yang masih membutuhkan anggaran.

Ia pun mewanti-wanti bahwa pemerintah dan masyarakat tidak boleh lengah dengan pencapaian tersebut. Sebab, ancaman covid-19 belum sepenuhnya berakhir.

“Kondisi geopolitik global yang dinamis juga menjadi tantangan baru seiring pemulihan ekonomi global,” tandasnya. (Kontan.co.id/Siti Masitoh)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved