Breaking News:

Berita Kendal

Warga Kendal Tagih Janji Pembangunan Tanggul Laut untuk Atasi Rob, Ini Tanggapan Bupati Dico

Rob mulai melanda beberapa wilayah pesisir di Kendal. Di antaranya Desa Wonorejo dan Mororejo di Kecamatan Kaliwungu, Kelurahan Karangsari dan Bandeng

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Bupati Kendal, Dico M Ganinduto. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL -- Rob mulai melanda beberapa wilayah pesisir di Kendal. Di antaranya Desa Wonorejo dan Mororejo di Kecamatan Kaliwungu, Kelurahan Karangsari dan Bandengan di Kecamatan Kota Kendal, serta Desa Kartikajaya dan Wonosari Kecamatan Patebon.

Rob sudah terjadi sepekan belakangan di mana mulai berdampak ke tambak warga. Tak sedikit warga kehilangan ikan akibat tambaknya tergenang rob. Umumnya, air menggenang mulai pukul 23.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB pagi.

Satu di atnara warga yang terdampak rob adalah Munasidi. Warga Kelurahan Bandengan, Kota Kendal bahkan sudah dua kali gagal panen bandeng selama dua tahun terakhir.

Penyebabnya sama, rob yang bikin menggenang hingga tambak miliknya. Meskipun ia sudah meninggikan tanggul, genangan rob tetap lebih tinggi dari tambaknya. 10 ribu bandeng siap panen akhir bulan ini pun harus direlakannya.

"Perkiraan 5 ton bandeng hilang semua, lari entah ke mana karena rob. Pusing kalau begini terus, tak ada solusi yang pasti," terangnya, Senin (15/11).

Munasidi pun hanya bisa pasrah melihat banjir rob yang menggenangi wilayahnya setiap hari. Bersama istri dan anaknya, dia sering terjaga sejak dini hari untuk mengamankan perlengkapan rumah dan membersihkan air bercampur lumpur yang masuk ke rumah.

"Ini sudah seminggu rob datang dan langsung tinggi hingga 20 sentimeter di dalam rumah. Bahkan ada wilayah lain mencapai 40-50 sentimeter. Puncaknya pukul 03.00-05.00 WIB," sambungnya.

Hal senada juga dikatakan warga lainnya, Musyafatun (40). Saat musim rob tiba, ia bersama anaknya kerap was-was saat terlelap di malam hari. Ia mengatakan bila tidak bisa tidur nyenyak karena khawatir air masuk ke rumah sewaktu-waktu. Belum lagi pagi harinya harus bersih-bersih sisa lumpur setiap hari.

"Sering kaget bangun tidur, rumah ada air. Kadang panik menyelamatkan barang-barang," ucap dia.

Musyafatun berharap, pemerintah daerah tidak hanya membenahi infrastruktur jalan yang ditinggikan sementara permukiman makin tenggelam lantaran rob dari tahun ke tahun. Ia berharap, pemerintah juga membenahi wilayah pantai, sungai, hingga saluran air. Menurutnya, bila hanya infrastruktur jalan yang dibangun, tidak begitu berpengaruh terkait dampak rob pada warga.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved