Breaking News:

Berita Semarang

Alang-Alang, Film Lokal yang Menggambarkan Aktivitas Pesisir Kota Pekalongan

Aktivitas masyarakat di TPI dan pesisir Kota Pekalongan, ternyata menarik perhatian sineas.

Penulis: faisal affan | Editor: sujarwo
Alang-Alang, Film Lokal yang Menggambarkan Aktivitas Pesisir Kota Pekalongan
Dok. Aksa Bumi Langit
Sutradara film Alang-Alang, Khusnul Khitam, bersama dengan para pemain Awang dan Annisa Putri Ayudya, saat menyapa puluhan penggemar film dari Kota Semarang di Verve Bistro & Coffee Bar.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Aktivitas masyarakat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan pesisir Kota Pekalongan, ternyata menarik perhatian sineas nasional Khusnul Khitam atau yang akrab disapa Tatam.

Sutradara sekaligus penulis naskah film Alang-Alang ini, bahkan hanya membutuhkan waktu 14 hari saja untuk menggarap film yang diisi artis nasional Annisa Putri Ayudya.

Menurut Tatam, film Alang-Alang sendiri bercerita tentang seorang anak yang tidak menemukan kenyamanan di rumahnya.

"Si anak ini tidak pernah bisa merasa tenang ketika berada di rumah. Sehingga dia lebih memilih untuk menemukan dunia yang lebih baik menurutnya yakni di pesisir dan TPI," terangnya saat konferensi pers di acara Road Tour film Alang-Alang di Verve Bistro & Coffee Bar, Senin (15/11/2021) malam.

Pemeran anak tersebut juga merupakan warga lokal yang dipilih Tatam untuk memerankan sebagai sosok Huda. Hampir 80 persen penggarapan film ini berada di pesisir Kota Pekalongan.

"Film ini kami produksi bulan Maret lalu. Latar filmnya paling banyak menggambarkan kehidupan di pesisir dan TPI. Mengapa namanya Alang-Alang? Itu bukan sebuah ilalang rumput liar, kalau di pesisir Alang-Alang adalah mereka yang suka mencuri ikan nelayan," tegasnya.

Mengerjakan sebuah film sebelum gelombang kedua covid-19 bukanlah hal yang mudah. Seluruh tim production house Aksa Bumi Langit dan pemain harus saling menjaga.

"Selama proses syuting kami benar-benar tidak pergi ke mana-mana. Hanya penginapan dan tempat syuting. Itu untuk menjaga kami agar tidak terpapar," imbuhnya.

Selain saling menjaga dari penularan covid-19, seluruh tim film Alang-Alang juga memberlakukan aturan tidak boleh menggunakan air mineral botol sekali pakai.

"Kami juga tidak boleh buang sampah sembarangan, menggunakan tumbler, serta mengurangi penggunaan alat makan sekali pakai. Ini bukan aturan wajib, tapi semua crew dan pemain seolah-olah sudah paham harus berbuat apa," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved