Breaking News:

Berita Solo

Besok, Polresta Solo Akan Gelar Rekonstruksi Kasus Kematian Diklatsar Menwa UNS Gilang Endi Saputra 

Penyidik Polresta Solo akan menggelar rekonstruksi kasus kematian peserta Diklatsar Menwa UNS, Gilang Endi Saputra, Kamis (18/11/2021) besok. 

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rival al manaf
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Jenazah GE yang meninggal saat diklat Menwa UNS di rumah duka Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Penyidik Polresta Solo akan menggelar rekonstruksi kasus kematian peserta Diklatsar Menwa UNS, Gilang Endi Saputra, Kamis (18/11/2021) besok. 

Direncanakan, rekonstruksi akan digelar sesuai dengan lokasi kejadian: di kawasan UNS termasuk di lokasi rapling di bawah jembatan Jurug. 

"Besok kami akan menggelar rekonstruksi kasus Diklatsar Menwa," ucap Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Rabu (17/11/2021). 

Ade menjelaskan, rekonstruksi ini dilakukan untuk mengetahui kejadian secara utuh selama proses kegiatan berlangsung. 

"Jadi rekonstruksi ini membangun kembali cerita peristiwa utuh dari kejadian selama pelaksanaan Diklatsar kemarin," terangnya. 

Lokasi rekonstruksi, lanjut Ade, akan dilakukan di tempat sesuai dengan kegiatan sebelumnya. 

Ade mengungkapkan, saat ini, penyidik sudah mendapatkan alat bukti yang dibutuhkan untuk pelaksanaan rekonstruksi. 

"Kita akan laksanakan di TKP, baik nanti di jembatan Jurug menuju ke kampus UNS di kantor Menwa. Juga saat pelaksanaan alarm stelling," ucapnya. 

"Saat ini, penyidik telah memperoleh alat bukti yang dibutuhkan untuk pelaksanaan penyidikan atau perkara yang dimaksud," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap 37 orang, di antaranya 2 tersangka kasus kematian mahasiswa Prodi Kesehatan dan Keselematan Kerja (K3) Sekolah Vokasi tersebut.

Rekonstruksi ini, tidak menutup kemungkinan polisi mendapati adanya fakta baru yang belum terungkap selama pemeriksaan saksi. 

"Kita akan bangun kembali peristiwa utuh dari waktu ke waktu. Dari kegiatan yang dimaksud dan ada dugaan kekerasan yang terjadi," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved