Breaking News:

Berita Sragen

Desa Ketro Sragen Jadi Contoh Program Desa Sejahtera

Desa Ketro, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen jadi pilot project program Desa Sejahtera (Destara).

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen didampingi Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika menengok olahan ikan air tawar di Desa Ketro, Sragen Rabu (17/11/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGENDesa Ketro, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen jadi pilot project program Desa Sejahtera (Destara) 2021 yang diinisiasi Pemprov Jateng dan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng.

Melalui pilot projects budidaya ikan air tawar, para perempuan di Desa Ketro dilatih mengolah hasil budidaya ikan air tawar seperti ikan lele, mujair, nila menjadi abon untuk menambah pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

Pembukaan Destara 2021 di Desa Ketro dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Rabu (17/11/2021) di Balai Desa Ketro, Kecamatan Tanon.

Dihadiri Ketua Umum BKOW Jateng, Nawal Arafah Yasin, Ketua Baznas Prov Jateng, KH Ahmad Darodji, dan Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati beserta OPD terkait dan masyarakat setempat.

Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan terimakasih kepada BKOW Jawa Tengah dan Pemprov Jawa Tengah yang telah memilih Desa Ketro sebagai tempat untuk kegiatan pelatihan pengolahan potensi produk lokal dari Waduk Ketro.

Berupa hasil tangkapan ikan air tawar yang dilakukan oleh bapak-bapak yang kemudian diolah oleh ibu-ibu sehingga dapat tercipta pembagian peran dan tanggungjawab.

"Jadi, bapak yang menangkap ibu yang mengolah, kerjasama ini untuk mewujudkan kesetaraan gender. Dan memberdayakan kelompok perempuan usaha dalam mengolah sumber daya yang ada di sekitarnya," terang Bupati.

Bupati Yuni menjelaskan jika sebagian masyarakat Desa Ketro bermata pencaharian sebagai petani, pedagang dan nelayan. Maka sudah tepat apabila dari BKOW bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Prov Jawa Tengah pada kesempatan ini memberikan pelatihan mulai dari pembuatan, pengemasan, pemasaran abon hingga dendeng ikan bagi kelompok perempuan usaha di desa ketro.

"Alhamdulillah program ini bisa memberikan tambahan ketrampilan dan peningkatan pendapatan di masa pandemi Covid-19 yang semoga akan segera berakhir, mulai sekarang kita harus bangkit dari keterpurukan ekonomi saya optimis hanya perempuan-perempuan tangguhlah  yang dapat membangkitkan ekonomi untuk giat kembali," harapnya.

Sementara itu, pada kesempatannya Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan pelatihan ekonomi ini membantu pihaknya di Pemprov Jawa Tengah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan.

Dirinya berharap, ketika Pemerintah berupaya mengentaskan kemiskinan, masyarakat diharapkan juga ikut bergerak memberdayakan diri. Antara lain dengan mengembangkan potensi-potensi yang ada, seperti mengelola budidaya ikan air tawar menjadi olahan makanan, abon atau dendeng.

"Masyarakat tak lagi berharap bantuan ketika Pemerintah mengentas kemiskinan. Memberantas kemiskinan juga dapat dilakukan dengan memperdayakan diri dan potensi yang ada. Tolong yang sudah mengikuti pelatihan ini belum punya izin dagang atau jual maka bisa dibantu untuk izinnya," ujar Wagub.

Untuk itu Wagub Taj Yasin meminta Kepala Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), masyarakat bisa bekerjasama dengan BUMDes untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada.

"Bisa menyelenggarakan pelatihan-pelatihan ekonomi dengan menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sragen atau Dinas Koperasi Provinsi Jateng, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB)," jelasnya.

Selain Sragen, Kabupaten Pemalang melalui budidaya buah rambutan di Desa Bantarbolang, Kabupaten Demak dengan kunyit sebagai komoditas unggulan Desa Kebonbatur juga menjadi pilot projects. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved