Breaking News:

Guru Berkarya

Kartu Deskripsi Tingkatkan Pemahaman Siswa tentang Unsur Dongeng

Membaca merupakan kegiatan litersi yang harus dikembangkang dalam pembelajaran tatap muka maupun secara daring.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Sri Ayani SPdSD, Guru SDN Tegalwero 01 Kec Pucakwangi Kab Pati 

Oleh: Sri Ayani SPdSD, Guru SDN Tegalwero 01 Kec Pucakwangi Kab Pati

MEMBACA adalah jendela ilmu. Begitulah ungkapan yang sering kita dengar selama ini. Membaca merupakan kegiatan litersi yang harus dikembangkang dalam pembelajaran tatap muka maupun secara daring.

Kegiatan membaca diperdalam melalui mata pelajaran bahasa Indonesia. Salah satu contoh pelajaran membaca di kelas tinggi adalah membaca dongeng. Membaca dongeng  bertujuan agar siswa lancar membaca dan memahami unsur instrinsik dalam dongeng tersebut.

Namun fakta yang ditemukan di lapangan kebanyakan siswa lancar membaca tetapi kurang memahami unsur instrinsik cerita yang ada di dalamnya. Masalah seperti ini terjadi juga pada siswa kelas 4 SD Negeri Tegalwero 01, Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati. Khususnya pada pembelajaran KD.3.5. Menguraikan pendapat pribadi tentang isi buku sastra (cerita, dongeng, dan sebagainya) dengan materi menentukan unsur Instrinsik dongeng.

Dongeng adalah bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian yang luar biasa , terjadi di luar nalar manusia yang penuh fantasi dan khayalan (fiksi). Dongeng dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi di dunia nyata ( Biter, 2021 )

Dalam pembelajaran materi ini hanya 20 persen dari siswa kelas 4 SD Negeri Tegalwero 01 yang dapat mencapai  ketuntasan belajar. Hal ini terjadi karena guru hanya menyampaikan materi dengan media buku pelajaran dan tugas tertulis sehingga siswa kurang jelas tentang materi yang dipelajari.

Keberhasilan pembelajaran menjadi tanggung jawab guru dalam mewujudkan kecerdasan anak bangsa. Oleh karena itu, guru harus berusaha mengatasi kegagalan dalam setiap pembelajaran.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, akhirnya ditemukan media pembelajaran yang sesuai dengan materi tersebut. Guru menggunakan media pembelajaran berupa kartu deskripsi.  

Kartu deskripsi dalam materi ini adalah kartu berbentuk persegi atau persegi panjang yang berisi tentang deskripsi informasi yang terkandung dalam cerita atau dongeng yang dibaca siwa.

Dalam pembelajaran, siswa diberikan satu kartu deskripsi. Kemudian siswa membaca informasi yang tertulis dalam kartu tersebut dan menebak jawaban yang dimaksud. Dalam pembelajaran ini anak terlihat lebih aktif  dan dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan guru.

Terbukti dari hasil belajar yang diperoleh menunjukkan seratus persen siswa kelas 4 SD Negeri Tegalwero 01 mencapai ketuntasan belajar dalam materi menentukan unsur instrinsik dongeng. Hal ini menunjukkan materi pelajaran sesulit apa pun, bila dikemas dengan media yang  menyenangkan akan membuat anak senang belajar.

Berdasarkan pengalaman tersebut, dihimbau kepada semua guru agar lebih tepat memilih media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. Sehingga materi mudah diterima dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu contoh media yang menyenangkan dan dapat meningkatkan pemahaman siswa adalah penggunaan media belajar kartu deskripsi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved