Breaking News:

Menkeu: RI Fokus Kembangkan Industri Halal

konsumsi produk halal Indonesia pada 2019 mencapai 144 miliar dollar AS, yang menjadikan Indonesia sebagai konsumen terbesar di sektor ini.

Editor: Vito
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Permintaan akan industri produk-produk halal terus berdatangan dan meningkat di Tanah Air. Hal itu karena Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.

Melihat hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menilai, peningkatan tersebut akan menjadi potensi yang baik bagi Indonesia.

Hal ini juga sejalan dengan pengembangan industri halal yang menjadi fokus Indonesia, sehingga dapat menopang perekonomian dan mendorong terciptanya keadilan sosial.

“Pengembangan industri halal ini menjadi fokus Indonesia, karena bukan hanya dapat menopang perekonomian tetapi juga mendorong terciptanya keadilan sosial,” ujarnya, dalam Opening Ceremony AICIF 2021, The 9th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance, Rabu (17/11).

Sri Mulyani menuturkan, konsumsi produk halal Indonesia pada 2019 mencapai 144 miliar dollar AS, yang menjadikan Indonesia sebagai konsumen terbesar di sektor ini.

Sektor pariwisata ramah muslim menjadikan Indonesia menduduki posisi ke-6 dunia dengan nilai 11,2 miliar dollar AS. 

Di sektor busana muslim, Indonesia merupakan konsumen ke-3 dunia dengan total konsumsi 16 miliar dollar AS.

Sektor farmasi dan kosmetika halal Indonesia menempati peringkat ke-6 dan ke-2 dengan total pengeluaran masing-masing 5,4 miliar dollar AS dan 4 miliar dollar AS.

“Jadi ini semua potensi. Tentu saja potensi tersebut hanya dapat dinikmati oleh mereka yang siap untuk berkembang memenuhi permintaan yang terus meningkat,” jelasnya.

Sri Mulyani menyatakan, kontribusi industri halal terhadap perekonomian nasional juga meningkat, dilihat dari meningkatnya pangsa pasar sektor halal terhadap PDB pada 2016 sebesar 24,3 persen menjadi 24,86 persen pada 2020.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved