Breaking News:

Guru Berkarya

Propos Gairahkan Belajar Pluralitas Masyarakat Indonesia

Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam proses belajar mengajar, hasil belajar peserta didik dipengaruhi metode mengajar seorang guru.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Dra Nurwati, Guru SMPN 4 Comal Pemalang 

Oleh: Dra Nurwati, Guru SMPN 4 Comal Pemalang

KURIKULUM 2013 menuntut pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif. Terutama pada aktivitas peserta didik yang memiliki andil berhasil atau tidaknya suatu pembelajaran. Peserta didik bukan hanya sebagai pendengar saja melainkan subjek pembelajaran.

Ironisnya selama ini sekolah hanya memberikan kemampuan untuk menghafal dan bukan berfikir secara kreatif. Hasilnya peserta didik kurang termotivasi untuk belajar, sehingga pembelajaran menjadi pasif. Terutama pada kegiatan pembelajaran yang memuat banyak materi, seperti muatan pembelajaran IPS.

Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Namun hasil belajar peserta didik tidak hanya dipengaruhi oleh penugasan terhadap materi pelajaran melainkan juga metode mengajar seorang guru. Guru tidak hanya memindahkan pengetahuannya kepada peserta didik tetapi juga menciptakan situasi yang dapat membawa peserta didik aktif dan kreatif untuk mencapai perubahan tingkah laku.

Dalam pembelajaran IPS kelas 8 di SMP Negeri 4 Comal Pemalang, guru menyampaikan materi pelajaran hanya dengan memberi penjelasan dan penugasan secara lisan. Sehingga peserta didik cenderung bersikap antagonis, yaitu pasif, malas bahkan apatis dalam belajar komunikasi pembelajaran hanya terjadi satu arah dan terpusat pada guru.

Apabila hal ini tidak disikapi, banyak peserta didik yang akan memperoleh prestasi belajar di bawah yang semestinya. Mengatasi permasalahan di atas penulis sebagai guru IPS kelas 8 di SMP Negeri 4 Comal Pemalang, mencoba menggunakan metode “Propos” ( Problem Posing ) dengan mengajar IPS materi Pluralitas masyarakat Indonesia dalam KD “Menganalisis pengaruh interaksi sosial yang berbeda terhadap kehidupan sosial budaya serta pengembangan kehidupan kebangsaan”. Dengan harapan peserta didik aktif, kreatif, kritis dan logis dalam mengembangkan kemampuan pemahaman konsep serta meningkatkan hasil belajar.

Menurut Shoimin Aris, ( 2013 ; 14 ), dalam proses peserta didik tidak hanya di minta untuk membuat soal atau mengajukan suatu pertanyaan, tetapi mencari penyelesaiannya. Siswa akan terbiasa berlatih menyusun atau membuat soal sendiri dan menyelesaikannya berdasarkan informasi yang diberikan oleh guru.

Pembelajaran dengan metode Propos melalui beberapa tahapan. Pertama, Persiapan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan membentuk kelompok belajar yang heterogen, setiap kelompok terdiri 4-5 siswa. Kemudian membagi materi untuk dirangkum dan memberi kesempatan siswa bertanya hal-hal yang belum jelas.

Kedua,  Pelaksanaan. Guru meminta setiap siswa membuat 2 soal dari materi yang telah dibagikan pada lembar Propos 1, kemudian berdiskusi mencari penyelesaian soal yang dibuatnya dalam kelompok. Setiap kelompok menuliskan 1-2 soal yang tidak bias diselesaikan pada lembar Propos 2, dan ditukarkan kelompok lain yang diatur oleh guru.

Setiap kelompok berdiskusi mencari penyelesaian dari lembar Propos 2. Guru menunjuk kelompok bergiliran untuk mempresentasikan hasil diskusi dan menyampaikan soal yang tidak bisa diselesaikannya kemudian kelompok lain mengkritisi serta menyelesaikan soal-soal tersebut.

Ketiga, Evaluasi dan tindak lanjut. Guru berperan sebagai moderator serta mengadakan penilaian baik secara individu maupun kelompok. Kemudian membuat kesimpulan dan memberi PR secara individu sebagai penguatan. Berdasarkan pengalaman di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode Propos siswa bergairah dalam mengikuti pembelajaran IPS.

Terbukti setelah diadakan penilaian pada materi Pluralitas masyarakat Indonesia, peserta didik kelas 8 SMP Negeri 4 Comal Pemalang, sangat bergairah dan tertarik mengikuti pembelajaran IPS. Peserta didik semangat, dapat berfikir cepat ( Thinking Fast ) dalam menyelesaikan soal pembelajaran. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved