Breaking News:

Puisi

Puisi Delapan Kwatrin Kelopan Bunga - Agus Noor

Puisi Delapan Kwatrin Kelopak Bunga Agus Noor: 1 kau melihat kelopak bunga mengapung di selokan rumahsakit. “aih,” katamu,” ia bagai nyawa bayi yang d

Penulis: iam | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Agus Noor (dua dari kanan) saat menemui wartawan usai acara di Taman Indonesia Kaya Kota Semarang, Sabtu (27/10/2018). 

Puisi Delapan Kwatrin Kelopak Bunga Agus Noor

TRIBUNJATENG.COM - Puisi Delapan Kwatrin Kelopak Bunga Agus Noor:

Delapan Kwatrin Kelopak Bunga

1
kau melihat kelopak bunga mengapung
di selokan rumahsakit.
“aih,” katamu,” ia bagai nyawa bayi yang dibuang,
dan menjerit.”

2
malam hari, dalam mimpimu,
kelopak bunga itu tumbuh berkilauan, bersih seperti
wajahmu semasih bayi.
kau, juga tiktok jam itu, perlahan saling tersedu.

3
kau petik bunga  yang tumbuh dalam mimpimu itu,
iseng kau tanggalkan kelopaknya, satu per satu.
kau dengar ada yang mengaduh,
ketika kelopak itu runtuh

4                    
lalu kau bayangkan: alangkah tenang
kelopak bunga itu melayang,
seakan jatuh dari ketiadaan,
kemudian mengapung di selokan

5
tiba-tiba, kamar dipenuhi guguran kelopak
bunga. ada harum yang menyebar
bersama angin yang menyelusup masuk,
dan membuatmu gemetar

6
hanya ada kau, Aku dan kelopak bunga
di kamar. tapi kau yakin: ada
yang sedang diam-diam menatap kita
dengan pandangan berkaca-kaca

7
seperti kau dengar – nun di luar kamar sana
ada yang bersabda: jadilah. maka tumbuhlah
sekuntum bunga. kau berkata: gugurlah,
maka runtuhlah seluruh duka

8
pada pagi saat kau melihat kelopak bunga
mengapung di selokan rumahsakit, kau pun merasa:
                                                      waktu telah tiba.
tergenapkanlah duka

2012

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved