Breaking News:

Berita Kendal

Warga Desa Sumberejo Keluhkan Banjir akibat Buangan Lumpur Galian C

Warga Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal mengeluhkan bencana banjir akibat aktivitas galian C di wilayah Kecamatan Kaliwungu.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Bupati Kendal Dico M Ganinduto (baju batik biru) berdialog dengan DPUPR dan Kades Sumberejo, Kaliwungu usai melihat permasalahan banjir Sungai Apursat dampak aktivitas galian C, Selasa (16/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL -- Warga Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal mengeluhkan bencana banjir akibat aktivitas galian C di wilayah Kecamatan Kaliwungu.

Utamanya mengenai luapan air Sungai Avoursat yang membanjiri 2.000-an rumah di tiga RW saat hujan deras.

Bahkan, menurut Kepala Desa Sumberejo, Ngatman, sudah 5 tahun warganya kesusahan lantaran tergenang banjir dari luapan sungai tersebut saat musim penghujan datang.

Beberapa upaya normalisasi sungai sudah dilakukan, namun tidak bertahan lama.

Hal itu dikarenakan buangan lumpur setiap aktivitas galian C masuk ke sungai dan mengendap menjadi sedimen. Tak ayal, badan sungai yang terletak di perbatasan Kecamatan Kaliwungu, Kendal dengan Kecamatan Mangkang, Kota Semarang tidak bisa menampung debit air saat hujan.

"Sudah 5 tahun kurang lebih, dampaknya kepada 3.000 keluarga atau 2.000-an rumah di Dusun Mlaten, Gambiran, Suking, dan sebagian Dusun Gambilangu," ujar dia, Selasa (16/11).

Selain itu, kata Ngatman, kondisi diperparah dengan ketidakdisiplinan warga dalam membangun rumah. Tercatat ada delapan bangunan tempat tinggal warga yang nekat dibangun di atas bantaran sungai.

Selain itu, juga kebiasaan masyarakat yang kurang disiplin dalam membuang sampah. Kondisi tersebut sudah dilaporakan langsung kepada Bupati Kendal, Dico M Ganinduto.

"Sekarang, Sumberejo ladangnya banjir. Setiap hujan deras turun bisa dipastikan banjir. Ada 7 titik galian C yang berdampak pada kami. Sehari normalisasi sungai, besoknya sudah penuh lumpur lagi," katanya.

Ia berharap, pemerintah daerah ke depan bisa meperketat izin aktivitas pertambangan yang berdampak pada masyarakat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved