Breaking News:

Berita Semarang

BPOM di Semarang Berikan Edukasi ke Pelaku UKM Candi Borobudur

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Semarang menggelar penyuluhan keamanan pangan untuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

Penulis: hermawan Endra | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Semarang menggelar penyuluhan keamanan pangan untuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) makanan siap saji di kawasan wisata Borobudur, Kamis (18/11). 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Semarang menggelar penyuluhan keamanan pangan untuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) makanan siap saji di kawasan wisata Borobudur, Kamis (18/11). Acara tersebut sebagai upaya memberikan pembinaan cara menghasilkan produk pangan olahan yang baik. 

Acara dibuka oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr Sunaryo. Adapun narsumber dalam penyuluhan tersebut antara lain BPOM, Dinkes Kabupaten Semarang, dan General Manager Taman Wisata Candi Borobudur

Koordinator Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi BPOM di Semarang, Dra Novi Eko Rini, Apt menjelaskan, acara hari ini merupakan rangkaian dari kegiatan yang dilakukan pada 11 November 2021 kemarin. Pada tahap kedua ini, juga diikuti oleh 70 peserta, mereka merupakan pelaku usaha pangan siap saji yang berjualan di sekitaran kawasan wisata candi Borobudur. 

"Pada tahap pertama kemarin juga diikuti 70 peserta, jadi jika ditotal kami melibatkan 140 pelaku usaha pangan siap saji yang ada di kawasan wisata Borobudur," kata Novi Eko Rini kepada Tribun Jateng. 

Pihaknya berharap dari 140 peserta yang mengikuti sosialisasi ini mereka bisa menjaga keamanan pangan yang disajikan. Sehingga pada saatnya nanti pariwisata dibuka kembali mereka sudah punya pengetahuan dan dapat menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan hygiene sanitasi. 

"Sehingga produk yang disajikan tidak menyebabkan konsumen menanggung resiko kesehatan karena produk yang dimakan tidak aman," ujarnya. 

Dipiihnya destinasi wisata Candi Borobudur karena merupakan wisata prioritas nasional. Oleh sebab itu, pihaknya bersama lintas sektor yang ada berusaha mendukung program tersebut dengan memberikan edukasi atau sosialisasi kepada UKM makanan siap saji di kawasan wisata Borobudur. 

Rencananya, setelah memberikan sosialisasi ini akan dilanjutkan dengan stikerisasi menyatakan bahwa pangan yang disajikan sehat dan aman dikonsumsi. Agar bisa mendapatkan itu pada prinsipnya pelaku UMK harus menerapkan prinsip-prinsip hygiene sanitasi, dan cara pengolahan yang baik. 

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved