Breaking News:

Berita Kudus

Bupati HM Hartopo Tak Ingin Ada Lagi Vaksin Kedaluwarsa di Kudus

Bupati Kudus HM Hartopo tidak ingin vaksin kedaluwarsa kembali terulang di Kudus. Untuk itu, dia ingin vaksin segera disuntikkan.

Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
Diskominfo Kudus
Bupati Kudus HM Hartopo saat memimpin rapat koordinasi percepatan vaksinasi di lantai 4 Setda Kudus, Rabu (17/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo tidak ingin vaksin kedaluwarsa kembali terulang di Kudus. Untuk itu, dia ingin vaksin yang saat ini tersimpan supaya segera disuntikkan.

"Saya minta untuk segera disuntikkan ke kategori-kategori sasaran, jangan sampai vaksin ini kedaluwarsa lagi," kata Hartopo, Kamis (18/11/2021).

Sementara, untuk stok vaksin yang saat ini dimiliki Kudus tercatat ada sekitar 140 ribu dosis.

Baca juga: Serapan Anggaran 5 OPD Rendah, Bupati Kendal: Ada Dana Belum Terpakai Rp 900 M Jelang Tutup Tahun

Baca juga: Dipenuhi Makian, Netizen Serbu Akun IG Riri Khasmita, ART Mafia Tanah di Keluarga Nirina Zubir

Baca juga: Ungkap Praktik Mafia Tanah yang Timpa Keluarga Nirina Zubir, Polisi: ART Bersekongkol dengan Notaris

Hartopo meminta dinas kesehatan setempat supaya mengalokasikan vaksin untuk dosis kedua, supaya tidak ada ketimpangan data antara dosis pertama dan kedua.

Target vaksinasi yang saat ini dikejar yakni menarget lansia.

Meski kata Hartopo, sedianya pihaknya sudah gencar vaksinasi namun masih dinilai belum terpenuhi targetnya.

Untuk itu, pihaknya menginstruksukan kepada setiap kepala desa supaya mendata masing-masing lansia yang belum divaksin. 

Sementara, saat ini stik vaksin di Kudus tercatat ada sekitar 140 ribu dosis.

Kepala Dinas Kesehatan, Badai Ismoyo mengatakan, jumlah vaksin sebanyak itu sebagian besar yakni 87 ribu dosis jenis Sinovac.

Baca juga: PT KAI Kosongkan Dua Rumah Dinas si Jalan Veteran Kota Semarang

Baca juga: Memasuki Musim Hujan, Bupati Andi Pimpin Rakor Siaga Bencana di Jepara

Sisanya yakni Pfizer dan AstraZeneca.

"Vaksin masih aman dan akan segera kami suntikkan," kata Badai.

Pihaknya, kata Badai, akan menyisihkan sekitar 22 ribu dosis vaksin Sinovav untuk lansia. Sebab, vaksin jenis tersebut dinilai paling ramah terhadap lansia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved