Breaking News:

Virus Corona

Bupati Pati Haryanto Harap Gelombang Ketiga Covid-19 Bisa Dicegah

Bupati Pati Haryanto berharap gelombang ketiga lonjakan kasus Covid-19 yang diprediksi datang pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) bisa dicegah.

istimewa
Bupati Pati Haryanto saat diwawancarai di Pabrik Gula Trangkil, Rabu (17/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto berharap gelombang ketiga lonjakan kasus Covid-19 yang diprediksi datang pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) bisa dicegah.

Hal ini supaya perekonomian nasional dan dunia usaha bisa pulih sepenuhnya.

“Kita harus pertahankan kondisi yang mulai membaik ini. Supaya dunia usaha benar-benar bangkit dan pulih, perekonomian berjalan baik pascapandemi,” ujar Haryanto ketika menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pati di Aula Pabrik Gula Trangkil, Rabu (17/11/2021).

Haryanto mengatakan, jika sampai terjadi lonjakan kasus Covid-19 lagi, dunia usaha bisa kembali kolaps. Kemudian, bukan tidak mungkin terjadilah pengurangan pekerja yang menimbulkan dampak sosial luar biasa.

“Semoga Covid-19 segera berakhir dan tidak ada gelombang berikutnya. Jangan sampai Nataru jadi klaster penularan virus corona. Tetap patuhi protokol kesehatan sekalipun sudah vaksin. Kalau kita berkegiatan tetap taat prokes, in syaa Allah tidak ada masalah,” ujar dia.

Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga mengucapkan terima kasih pada kalangan industri yang telah membantu percepatan vaksinasi di Pati.

Menurut dia, prosentase vaksinasi di Pati telah mencapai lebih dari 60 persen (dari total sasaran sekira 1,05 juta penduduk).

“Prosentase tersebut juga termasuk karyawan industri yang jumlahnya begitu banyak, yang kegiatan vaksinasinya difasilitasi perusahaan,” ujar Haryanto.

Namun demikian, ia meminta agar semua pihak tetap waspada.

“Kita masih prihatin. PPKM masih level 3 karena capaian vaksinasi lansia belum 40 persen, baru 35,5 persen. Maka satu pekan ini vaksinator saya minta fokus ke lansia dulu,” ucap dia.

Sementara, Ketua Apindo Jawa Tengah, Frans Kongi, juga meminta kalangan pengusah atetap berhati-hati dalam menghadapi ancaman gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia.

“Apa yang sudah jadi kebiasaan kita terkait prokes, di masing-masing pabrik itu harus diteruskan, bahkan diperketat. Sehingga kita bisa mencegah. Pemerintah juga begitu, tetap tegas memberi sanksi bagi pelanggar prokes,” ujar dia.

“Sebab kalau sampai ada gelombang ketiga, perekonomian turun lagi, itu sangat tidak menguntungkan. Kami harap sudah cukup covid ini. Kami dari industri siap laksanakan prokes. Kami juga berharap tahun depan bisa membantu pemerintah memfasilitasi pelaksanaan vaksin ketiga atau vaksin booster,” tambah Frans. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved