Breaking News:

Guru Berkarya

Ciptakan Lingkungan Sekolah Religius sebagai Pembentukan Karakter dan Budaya

Seorang kepala sekolah harus memiliki jiwa peduli yang tinggi demi keberhasilan sekolah yang dikelolanya.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Muasaroh SPdI, Kepala SDN Wonodadi 02 Kec Bandar Kab Batang 

Oleh: Muasaroh SPdI, Kepala SDN Wonodadi 02 Kec Bandar Kab Batang

SEKOLAH merupakan sarana pendidikan atau lembaga pendidikan formal yang memberikan ruang terjadinya proses pembelajaran antara pendidik dan peserta didik untuk memperoleh pengetahuan. Sekolah tidak akan dapat berjalan sendiri tanpa unsur pendukung di dalamnya termasuk kepala sekolah sebagai pucuk pimpinan.

Wahjosumidja dalam Ahmad Susanto (2016: 13) menjelaskan bahwa Kepala Sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah, yang diselenggrakan proses belajar mengajar, atau interaksi antara guru dan peserta didik. Kepala sekolah memiliki tugas dan fungsi mengelola segala aktifitas dan kegiatan terkait dengan semua urusan sekolah. Kepala sekolah juga memegang peranan penting dalam mewujudkan karakter dan budaya sekolah yang positif.

Seorang kepala sekolah harus memiliki jiwa peduli yang tinggi demi keberhasilan sekolah yang dikelolanya. Ketika kepala sekolah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap semua warga sekolah, niscaya akan mudah tercipta lingkungan yang kondusif.

Penciptaan lingkungan belajar yang kondusif merupakan salah satu hasil kepemimpinan kepala sekolah yang efektif. Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, tentu bisa diterima secara luas sebagai komponen kunci untuk terwujudnya pembenahan mutu sekolah. Termasuk dalam menciptakan karakter dan budaya serta pembiasaan di sekolah.

Karakter dan budaya sekolah yang positif merupakan jantung dari perubahan dan pertumbuhan dalam dinamika pembelajaran di setiap sekolah. Karakter dan budaya sekolah yang positif merupakan dasar utama bagi kepala sekolah untuk menjadikan berbagai komponen keberhasilan sekolah dipertimbangkan sama pentingnya.

Karakter dan budaya sekolah positif ditandai oleh lingkungan sekolah yang kondusif dan nyaman termasuk yang terjadi di SDN Wonodadi 02 Kecamatan Bandar Kabupaten Batang. Penerapan karakter dan budaya sekolah yang positif sangat beragam cara yang dapat dilakukan. Kebijakan pelaksanaannya semua tergantung kepada pemimpin dari sekolah yaitu kepala sekolah.

Penulis sebagai kepala SDN Wonodadi 02 Kecamatan Bandar Kabupaten Batang mencoba memberikan warna baru dalam penerapan karakter dan budaya positif di sekolah. Latar belakang dan asal muasal kepala sekolah sejak menjadi guru ternyata memberikan pengaruh dalam pemilihan dan penerapan kebijakan tentang karakter dan budaya di sekolah.

Penulis yang memiliki latar belakang guru PAI dan BP serta ditunjuk menjadi kepala sekolah pada jenjang pendidikan dasar membawa dan memberikan ciri khas tersendiri. Karakter dan budaya yang diterapkan yaitu pembiasaan pagi dengan melaksanakan jamaah sholat Dhuha dan membaca Asmaul Husna.

Pembiasaan ini dilaksanakan tiap pagi menjelang pembelajaran dimulai, baik oleh guru maupun peserta didik. Pelaksanaan pembiasaan pada masa pandemi hanya dilaksanakan oleh guru di sekolah secara berjamaah dan tetap menjaga protokol kesehatan.

Kemudian, kepala sekolah meminta kepada para guru yang mengajar secara daring untuk menghimbau dan mengajak peserta didik untuk melaksanakan juga. Sementara itu, pelaksanaan pembiasaan pada saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dengan bergilir karena harus memberikan jarak agak lebar ketika pelaksanaan jamaah. Giliran dibagi menjadi 3 yaitu kelas 1 dan 2, kelas 3 dan 4 serta kelas 5 dan 6.

Pembiasaan yang telah dilakukan dan diterapkan di sekolah berjalan sangat efektif. Selama kurun waktu tiga bulan, guru dan peserta didik terbiasa dalam melaksanakannya. Akhirnya pembiasaan tersebut menjadi sebuah rutinitas dan membentuk karakter serta budaya yang memberikan warna sekolah. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved