Kecelakaan Lalu Lintas
Hendri Tewas Dalam Kecelakaan Maut Semarang, Adu Banteng Megapro Vs Supra X 125
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Beringin Raya atau depan gedung asrama PGSD Unnes, Tambakaji, Kota Semarang, Rabu (17/11/2021) sekira pukul 16.10 WIB
Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Beringin Raya atau depan gedung asrama PGSD Unnes, Tambakaji, Kota Semarang, Rabu (17/11/2021) sekira pukul 16.10 WIB.
Kecelakaan di Semarang tersebut melibatkan dua pengendara motor.
Satu di antara pengendara, Hendri Kurniyawan (18) warga Kalikangkung, Gondoriyo, Ngaliyan, Kota Semarang, tewas.
Korban tewas selepas motornya Megapro pelat H2572CO adu banteng dengan Supra X 125 H5542ADW yang belum diketahui identitas pengemudinya.
"Iya betul tadi ada suara benturan keras sekali. Saya lihat di jalan sudah ada tiga korban tergeletak," papar saksi mata Saman yang juga satpam di pabrik PT Jhon Glove factory yang dekat lokasi kejadian.
Menurutnya, kecelakaan melibatkan dua motor antara Megapro dan Supra X 125.
Dua motor tersebut dikendarai tiga orang.
Megapro dua orang berboncengan tanpa kenakan helm sedangkan Supra dikendarai satu orang yang memakai helm.
"Motor Megapro dari arah Selatan atau arah Beringin. Sebaliknya Supra dari arah utara atau dari SMA N 8 Semarang," paparnya kepada Tribunjateng.com.
Korban meninggal di lokasi kejadian adalah pengemudi Megapro.
Ia alami luka parah di kepala mengenakan jemper hijau dan celana pendek krem.
Dua korban lainnya hanya alami luka ringan berupa luka lecet. Dua korban tersebut belum diketahui identitasnya.
Kedua korban luka dibawa ke sebuah klinik di Beringin dan satunya dibawa ke RS Tugu.
Korban meninggal dunia dievakuasi ke RSUP Kariadi.
"Yang pemotor Supra tertindih motornya, karena gemuk ia sulit gerak. Pembonceng Megapro selamat bahkan masih sempat berdiri sendiri," kata Saman.
Ia menyebut, kecelakaan terjadi lantaran Megapro melaju kencang dari arah selatan ke utara.
Ia menduga Megapro hendak menyalip mobil tapi dari arah berlawanan melaju motor Supra X 125.
"Diduga saat nyalip itulah mereka tabrakan. Mobil yang disalip jenis apa kurang tahu," bebernya.
Pantauan Tribunjateng.com di lapangan, kedua motor alami kerusakan parah di bagian stang kemudi.
Korban dievakuasi sekira pukul 16.55.
Polisi mengevakuasi dua motor tersebut pada pukul 17.15.
Setelah itu polisi melakukan olah tempat kejadian perkara hingga pukul 17.30.
Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit menyebut, penyebab kecelakaan maut antara Megapro dengan Supra X 125 lantaran Megapro melaju terlalu ke kanan.
Ketika kejadian, Megapro melaju dari selatan ke utara, dari sebaliknya melaju motor Supra.
Kecelakaan adu banteng tersebut terjadi di Jalan Beringin Raya, depan gedung PGSD Unnes, Selasa (17/11/2021).
"Iya pemotor Megapro terlalu melaju ke kanan sehingga menabrak Supra," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com.
Ia menjelaskan, Megapro pelat H2572CQ dikemudikan Hendri Kurniyawan (18) warga Kalikangkung Gondoriyo RT 3 RW 1, Gondoriyo, Ngaliyan.
Pemotor Supra dikemudikan Muhammad Ryan Nur Muffairin (19) warga Kalikangkung Gondoriyo RT 1 RW 1, Gondoriyo, Ngaliyan.
"Betul mereka berdua ternyata satu kampung hanya beda RT," papar Sigit.
Kondisi kedua korban, Megapro meninggal dunia di lokasi kejadian alami luka parah di bagian kepala.
Mayat dibawa ke RSUP Kariadi Semarang.
Pemotor Supra alami cidera sedang di kepala, dan tangan kiri patah dibawa ke RS Permata Medika, Ngaliyan.
"Kondisi kedua motor sama-sama ringsek bagian depan," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Hendri Kurniyawan (18) tewas selepas alami kecelakaan maut di Jalan Beringin Raya atau depan gedung asrama PGSD Unnes, Tambakaji, Kota Semarang, Rabu (17/11/2021) sekira pukul 16.10 WIB.
Korban merupakan warga Kalikangkung, Gondoriyo, Ngaliyan.
Korban tewas selepas motornya Megapro pelat H2572CQ adu banteng dengan Supra X 125 H5542ADW yang belum diketahui identitas pengemudinya.
"Iya betul tadi ada suara benturan keras sekali. Saya lihat di jalan sudah ada tiga korban tergeletak," papar saksi mata Saman yang juga satpam di pabrik PT Jhon Glove factory yang dekat lokasi kejadian.
Menurutnya, kecelakaan melibatkan dua motor antara Megapro dan Supra X 125.
Dua motor tersebut dikendarai tiga orang.
Megapro dua orang berboncengan tanpa kenakan helm sedangkan Supra dikendarai satu orang yang memakai helm.
"Motor Megapro dari arah Selatan atau arah Beringin. Sebaliknya Supra dari arah utara atau dari SMA N 8 Semarang," paparnya kepada Tribunjateng.com.
Korban meninggal di lokasi kejadian adalah pengemudi Megapro.
Ia alami luka parah di kepala mengenakan jemper hijau dan celana pendek krem.
Dua korban lainnya hanya alami luka ringan berupa luka lecet. Dua korban tersebut belum diketahui identitasnya.
Kedua korban luka dibawa ke sebuah klinik di Beringin dan satunya dibawa ke RS Tugu.
Korban meninggal dunia dievakuasi ke RSUP Kariadi.
"Yang pemotor Supra tertindih motornya, karena gemuk ia sulit gerak. Pembonceng Megapro selamat bahkan masih sempat berdiri sendiri," kata Saman.
Ia menyebut, kecelakaan terjadi lantaran Megapro melaju kencang dari arah selatan ke utara.
Ia menduga Megapro hendak menyalip mobil tapi dari arah berlawanan melaju motor Supra X 125.
"Diduga saat nyalip itulah mereka tabrakan. Mobil yang disalip jenis apa kurang tahu," bebernya.
Pantauan Tribunjateng.com di lapangan, kedua motor alami kerusakan parah di bagian stang kemudi.
Korban dievakuasi sekira pukul 16.55.
Polisi mengevakuasi dua motor tersebut pada pukul 17.15.
Setelah itu polisi melakukan olah tempat kejadian perkara hingga pukul 17.30.
(Iwn)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :