Breaking News:

Berita Karanganyar

Inovasi Kalender Cerdas Ibu Hamil Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar Tekan Angka Kematian Bayi

Inovasi kalender cerdas ibu hamil yang dimunculkan Puskesmas Kebakkramat I efektif menekan angka kematian bayi dan berhasil meraih juara 1.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
net
ILUSTRASI: Upaya menekan Angka Kematian Ibu melahirkan (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Inovasi kalender cerdas ibu hamil yang dimunculkan Puskesmas Kebakkramat I efektif menekan angka kematian bayi dan berhasil meraih juara 1 lomba inovasi pelayanan publik dalam rangka HUT ke-104 Kabupaten Karanganyar. 

Penghargaan tersebut diberikan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada Kepala Puskesmas Kebakkramat I, Retno Sawartuti saat malam tirakatan HUT ke-104 Karanganyar yang digelar di GOR Raden Mas Said pada Rabu (17/11/2021) malam. 

Kepala Puskesmas Kebakkramat 1, Retno Sawartuti menyampaikan, inovasi kalender cerdas ibu hamil ini diluncurkan dalam rangka upaya menekan angka kematian bayi yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat 1 pada 2018 lalu. 

Baca juga: Hotline Public Service - Cara Mengajukan Bantuan untuk Korban Bencana Alam ke Pemkot Semarang

Baca juga: Ungkap Praktik Mafia Tanah yang Timpa Keluarga Nirina Zubir, Polisi: ART Bersekongkol dengan Notaris

Baca juga: Bantu Dongkrak Literasi di Ponpes Modern Darul Haitam Serang, Kompas Gramedia Donasikan Buku Bacaan

"Latar belakangnya karena masih adanya angka kematian bayi yang disebabkan selama kehamilan tidak rutin memeriksakan kehamilan dan tidak teratur mengkonsumsi makanan bergizi," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (18/11/2021). 

Kalender cerdas ibu hamil ini berisi lembaran pengecekan yang telah disesuaikan dengan usia kehamilan. Lanjutnya, usia kehamilan itu maksimal 42 minggu.

Sehingga lembar pengecekan yang diberikan kepada ibu hamil sejumlah 42 lembar. 

Adapun setiap lembar pengecekan itu telah disesuaikan dengan usia kehamilan.

Dia mencontohkan, misal usia kehamilan sekian minggu harus cek HB, usia kehamilan mengkonsumsi makanan bergizi dan lainnya. 

Dia menuturkan, kalender cerdas ibu hamil itu ditempel atau dicantolkan ke dinding dekat tempat tidur supaya ibu hamil selalu ingat terkait kondisi pemeriksaan kondisi kehamilan.

"Dalam lembar itu ada beberapa hal yang harus diceklist, misal pemeriksaan HB, daftar asupan makanan yang harus dikonsumsi, dan tanda bahaya dalam kurun waktu usia kehamilan tertentu," jelasnya.  

Retno mengungkapkan, bidan desa di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat I akan memantau kondisi ibu hamil di masing-masing wilayah serta memberikan kalender tersebut kepada ibu hamil yang belum memilikinya. 

"Saat ini tercatat ada sekitar 400-an ibu hamil (dengan berbagai usia kehamilan) di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat I," terangnya.  

Dia menjelaskan, inovasi kalender cerdas ibu hamil ini cukup efektif sebagai upaya menekan angka kematian bayi dikarenakan pemeriksaan kehamilan yang tidak rutin dan kurang mengkonsumsi makanan bergizi. 

Baca juga: Fuji Ajak Gala Sky Main TikTok Meski Matanya Ngantuk

Baca juga: Ukuran Kiosnya Kurang Besar, Pedagang Pasar Mranggen Gugat Dinas ke PTUN Semarang

Baca juga: Mantan Pentolan Jamaah Islamiyah: Teroris Galang Dana Lewat Kotak Amal Cuma Ada di Indonesia

"2018 itu ada lima angka kematian bayi karena berat badan lahir rendah. 2019 ada empat angka kematian bayi, dua kasus karena berat badan lahir rendah dan penyakit. 2020 ada empat kematian bayi karena penyakit dan Covid-19. Tahun ini, hingga Juni alhamdulillah belum ada kasus angka kematian. Mudah-mudahan sampai akhir tahun tidak ada (kasus)," ungkap Retno. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, inovasi Ojek ASI yang dihadirkan Puskesmas Kebakkramat I berhasil meraih penghargaan TOP 99 inovasi pelayanan publik tingkat nasional dari Kemenpan RB pada 2019 lalu. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved