Breaking News:

Kondisi Ekonomi RI Kuartal IV/2021 Diyakini Terus Membaik

pertumbuhan ekonomi diyakini akan terus berdaya dan meningkat pada kuartal IV/2021.

Editor: Vito
Shutterstock via Tribunnews
Ilustrasi krisis ekonomi di tengah pandemi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ekonomi Indonesia kuartal III/2021 masih tumbuh 3,51 persen yoy, tak setinggi capaian pertumbuhan pada kuartal II/2021 yang mencapai 7,07 persen yoy.

Meski begitu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo tetap optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus berdaya dan meningkat pada kuartal IV/2021.

“Didukung oleh perbaikan kinerja ekspor, kenaikan belanja fiskal pemerintah, dan peningkatan konsumsi dan investasi,” paparnya.

Ia berujar, optimisme tersebut berdasar pada peningkatan indikator dini pada awal November 2021, seperti mobilitas masyarakat, penjualan eceran, ekspektasi konsumen, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur, serta realisasi ekspor impor.

Senada, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani juga yakin dengan prospek pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2021.

“Sampai hari ini (kemarin-Red), kami yakin ekonomi di kuartal IV/2021 akan naik cukup kuat dan membaik sesudah mengalami penurunan akibat kasus covid-19 varian Delta,” ucapnya, Rabu (17/11), setelah Sidang Kabinet Paripurna di kantor Presiden.

Menurut dia, potensi peningkatan pertumbuhan ekonomi pada 3 bulan terakhir tahun ini didorong oleh peningkatan sejumlah indikator dini, seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), penjualan ritel, PMI Manufaktur, serta peningkatan ekspor dan impor.

Seperti diketahui, BI mencatat IKK pada awal kuartal IV/2021 atau Oktober 2021 sebesar 113,4, atau naik dari 95,5. Selain meningkat dari bulan sebelumnya, ini juga sudah masuk ke zona optimistis atau indeks di atas 100.

Sementara penjualan ritel pada Oktober 2021 diperkirakan meningkat dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 193,0 atau naik dari 189,5 pada September 2021.

Pun dengan PMI Manufaktur Indonesia. IHS Markit mencatat indeks PMI Manufaktur Indonesia pada Oktober 2021 sebesar 57,2 atau naik dari 52,2 pada bulan sebelumnya. Tak hanya kembali ke zona ekspansif dan meningkat, angka itu bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Sri Mulyani juga menyebut, perbaikan ekonomi terlihat dari kondisi pasar keuangan. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) mengalami perbaikan dan ada penurunan spread dari US Treasury (UST).

“Tadinya awal Juli 2021 spread mencapai 512 bps, sekarang turun jadi 449 bps,” terangnya. (Kontan.co.id/Bidara Pink/Tribunnews)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved