Breaking News:

Berita Banjarnegara

Lama Tak Pentas hingga Trauma Dibubarkan Polisi, Kelestarian Seni Ebeg di Banjarnegara Terancam

Seni permainan kuda lumping sudah mengakar di Kabupaten Banjarnegara. Di tengah gempuran modernitas, kesenian ini nyatanya tetap diminati. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: moh anhar
FACEBOOK
Pentas tari kuda kepang di Banjarnegara 

TRIBUNBANYUMAS. COM, BANJARNEGARA - Seni permainan kuda lumping sudah mengakar di Kabupaten Banjarnegara.

Di tengah gempuran modernitas, kesenian ini nyatanya tetap diminati. 

Kesenian ini kerap dipentaskan, termasuk untuk meramaikan gelaran hajatan atau pesta pernikahan.

Di luar pentas, kelompok seni ebeg juga kerap menggelar latihan untuk mengasah kemampuan anggota. 

Tapi pandemi Covid 19 memaksa kelompok ebeg harus berhenti menggelar pertunjukan. 

Baca juga: Dukung Ekonomi, BI Tahan Suku Bunga di Level 3,5% dalam 9 Bulan Terakhir

Baca juga: Bantu Dongkrak Literasi di Ponpes Modern Darul Haitam Serang, Kompas Gramedia Donasikan Buku Bacaan

Baca juga: Polres Kendal Rencanakan Pembentukan 3 Polsek Baru, Ditarget Terwujud pada 2022

Alasannya, pementasan ebeg dipastikan mengundang kerumunan massa sehingga dikhawatirkan menjadi sumber penularan Covid 19. 

Setahun lebih pandemi berlalu, kerinduan untuk menggelar pertunjukan rakyat itu memuncak. 

Hingga paguyuban ebeg di Banjarnegara memutuskan menggelar ebeg serentak, khususnya di Kecamatan Madukara. 

Tentunya, pertunjukan seni itu diatur dengan tetap berusaha mematuhi protokol kesehatan, mulai pembagian masker, penyediaan sarana cuci tangan, hingga pengaturan jarak pengunjung. 

Panitia juga mengklaim sudah berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan untuk menggelar acara itu. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved