Breaking News:

Berita Kudus

Pemdes Sidorekso Kudus Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar

Tabung setinggi sekitar 55 sentimeter itu mengeluarkan asap tipis berwarna putih dari lubang kecil di atasnya.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy

TRIBUNJATENG.COM -- Tabung setinggi sekitar 55 sentimeter itu mengeluarkan asap tipis berwarna putih dari lubang kecil di atasnya.

Sementara Rahman sibuk memasukkan sampah plastik ke dalam lubang kecil itu dibantu oleh Siswanto. Satu jam kemudian baru keluar cairan yang mengalir dari pipa besi yang terhubung dari atas tabung. 

Cairan tersebut tidak lain adalah bahan bakar minyak (BBM). “Cairan yang ditampung di jeriken itu jadi cairan setara dengan solar, dan yang di galon itu setara dengan bensin,” ujar Rahman, lelaki 40 tahun asal Wanadadi, Banjarnegara, saat ditemui di posko pengolahan sampah plastik Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Rabu (17/11).

Tabung berikut seperangkat alat yang bisa digunakan untuk mengolah sampah plastik hingga menjadi bahan bakar tersebut disebut alat pirolisis. Satu tabung pirolisis tersebut mampu menampung satu kuintal sampah plastik. Setelah diproses selama belasan jam, satu kuintal plastik bisa menghasilkan sampai 80 liter bahan bakar minyak.

“80 liter tersebut biasanya terdiri atas 50 liter setara solar dan 30 liter setara bensin,” ujar lelaki yang sudah sejak 2014 ini aktif di bank sampah di Banjarnegara.

Bahan bakar yang keluar dari proses pengolahan dari pirolisis itu harus dijernihkan. Selain karena pekat, juga masih terdapat sejumlah kotoran. Maka untuk sampai benar-benar menjadi bahan bakar siap pakai, masih butuh proses penjernihan menggunakan bentonit, atau semacam mineral dari tanah yang bisa digunakan untuk menjernihkan.

“Proses penjernihan menggunakan bentonit dicampur, kemudian tunggu sebentar sudah jernih,” kata Rahman.

Betul juga, cairan yang keluar dari pipa pirolisis itu setelah dicoba disulut api langsung terbakar. Tidak berhenti di situ, cairan tersebut juga digunakan untuk menyalakan kompor dan mesin chainsaw. Hasilnya, kompor mampu membuat air hingga mendidih dan mesin chainsaw berbahan bakar cairan dari olahan pirolisis bisa dioperasikan. Keren.

Kehadiran Rahman ke Desa Sidorekso memang sengaja didatangkan oleh pemerintah desa (pemdes) setempat untuk menjadi tenaga ahli pengoperasian pirolisis. Sebab, alat tersebut juga didatangkan dari Banjarnegara.

“Di Banjarnegara sana sudah sejak 2019 bank sampah sudah menggunakan alat seperti ini,” tandas Rahman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved