Breaking News:

Guru Berkarya

Peraga Benda Nyata Tingkatkan Minat dan Hasil Belajar IPA

Pada tahapan ini permasalahan yang dihadapi adalah permasalahan nyata.anak akan menemui kesulitan untuk belajar hal yang abstrak.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Kusairi SPdSD, Guru SDN Suwatu Kec Tlogowungu Kab Pati 

Oleh: Kusairi SPdSD, Guru SDN Suwatu Kec Tlogowungu Kab Pati

MENURUT Jean Piaget (2002), karakteristik  anak usia Sekolah Dasar adalah berada pada tahap operasional konkret. Pada tahapan ini permasalahan yang dihadapi adalah permasalahan nyata.anak akan menemui kesulitan untuk belajar hal yang abstrak.

Guru seharusnya mampu mencari metode maupun model pembelajaran yang tepat. Salah satunya dengan menggunakan alat peraga benda nyata yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar. Dengan melihat dan merasakan langsung benda yang dipelajarinya, diharapkan akan meningkatkan minat siswa sehingga tujuan pembelajaran mudah tercapai.

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas 4 KD. 3.5 Memahami berbagai sumber energi, perubahan bentuk energi, dan sumber energi alternatif (angin, air, matahari, panas bumi, bahan bakar organik, dan nuklir) dalam kehidupan sehari-hari di SD Negeri Suwatu Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati tahun pelajaran 2021/2022 semula belum sepenuhnya melibatkan benda-benda nyata yang ada di lingkungan sekitar sebagai pendekatan untuk meningkatkan minat belajar siswa.

Awalnya pembelajaran masih sering terpusat pada buku-buku serta berada di dalam kelas saja sehingga berpengaruh pada minat belajar siswa yang rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai yang rendah pula, selain itu keterampilan peserta didik juga sangat kurang.

Menurut Slameto (2003:57) siswa yang berminat dalam belajar adalah sebagai berikut : a) memiliki kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang sesuatu yang dipelajari secara terus menerus. b). Ada rasa suka dan senang terhadap sesuatu yang diminatinya.

Dengan melihat benda yang sesungguhnya, siswa merasa senang dan tertarik untuk belajar serta tetap mengingatnya bahkan mau memanfaatkan pengetahuannya dalam kehidupan nyata. Setelah belajar menggunakan benda nyata secara langsung, peserta didik semakin tertarik untuk mempraktikkan apa yang mereka sudah pelajari di sekolah seperti membuat kincir air dan kincir angin mini di rumah.

Hal ini tentu merupakan perkembangan yang menggembirakan baik itu untuk pendidik maupun untuk peserta didik sehingga peserta didik mampu bersikap “cerdas” dalam meningkatkan penggunaan energi alternatif serta menjaga kelestarian lingkungan. Penggunaan peraga benda nyata dalam pembelajaran dapat membantu kelancaran, efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Anak-anak jadi lebih asyik dan senang dalam kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini bisa dilihat dari hasil evaluasi pembelajaran IPA kelas 4 khususnya pada KD. 3.5 dimana 80% nilai siswa mendapat nilai diatas KKM.

Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan alat peraga benda nyata efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa. Dengan meningkatnya minat belajar siswa maka secara otomatis hasil belajar siswa juga ikut meningkat.

Selain itu, metode ini juga mampu membangkitkan semangat siswa untuk memiliki karakter yang baik di masa depan. Sebab sesungguhnya pembelajaran bukan hanya soal mendapatkan pengetahuan tapi juga memperoleh keterampilan dan kecakapan hidup yang lebih bermakna. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved