Breaking News:

Guru Berkarya

Probing Prompting Memberikan Solusi Pembelajaran IPA Lebih Mudah

Proses pembelajaran adalah salah satu bagian dari unsur pendidikan yang komplek.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Iman Santoso SPdSD, Guru SDN 03 Yosorejo Kec Petungkriyono Kab Pekalongan 

Oleh: Iman Santoso SPdSD, Guru SDN 03 Yosorejo Kec Petungkriyono Kab Pekalongan

PROSES pembelajaran adalah salah satu bagian dari unsur pendidikan yang komplek. Banyak makna dalam pendidikan terutama pada proses pembelajaran. Peserta didik sekaligus homo homini socius atau manusia sebagai teman bagi manusia lainnya. Hal ini menyebabkan peserta didik sangat bergantung dengan peserta didik lainnya dalam sebuah hubungan sosial.

Perkembangan peserta didik tidak terlepas dengan kodratnya sebagai mahluk sosial. Guru profesional harus dapat menangkap kodrat alamiah peserta didik sebagai makhluk sosial menjadi bagian dari proses pembelajaran. Guru dapat memasukkan unsur hubungan sosial peserta didik dalam perencanaan pembelajaran yang kemudian di teruskan menjadi proses pembelajaran.

Penentuan model pembelajaran pun sangat penting dan harus disesuaikan dengan kodrat itu. Pelibatan peserta didik dalam sebuah kelompok belajar, diskusi dan berpendapat akan meningkatkan peserta didik lebih aktif dalam hubungan sosial terutama dalam proses pembelajaran termasuk yang dilaksanakan di SDN 03 Yosorejo Petungkriyono Kabupaten Pekalongan.

Cooperative Learning atau pembelajaran kooperatif menjadi salah satu solusi tepat dalam proses pembelajaran untuk menggugah naluri peserta didik dan memperkuat hubungan maupun interaksi sosial. Fungsi pembelajaran kooperatif lainnya adalah melatih peserta didik untuk bekerjasama dengan peserta didik lainnya.

Slavin yang dikutip oleh Isjoni (2011:15) menjelaskan bahwa Cooperative Learning atau pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja kelompok-kelompok kecil berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar. Model pembelajaran Probing Prompting termasuk ke dalam model pembelajaran yang menggunakan asas Cooperative Learning atau pembelajaran yang kooperatif.

Model pembelajaran Probing Prompting merupakan salah satu model pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok. Berdasarkan asal katanya, probing artinya penyelidikan, pemeriksaan sedangkan prompting artinya mendorong atau menuntun. Model pembelajaran Probing-Prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengakitkan pengetahuan setiap peserta didik dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari.

Selanjutnya peserta didik mengkonstruksikan konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru, dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. Hamdani (2011:23) mendefinisikan bahwa model pembelajaran probing prompting adalah pembelajaran dengan menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali gagasan peserta didik sehingga dapat melejitkan proses berpikir yang mampu mengaitkan pengetahuan dan pengalaman peserta didik dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari.

Suyatno (2009:63) menjabarkan bahwa pembelajaran probing prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga menjadi proses berfikir yang mengaitkan pengetahuan setiap peserta didik dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari selanjutnya peserta didik mengkonstruksi konsep prinsipaturan menjadi pengetahuan baru, dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan.

Model pembelajaran ini sangat tepat diterapkan di SDN 03 Yosorejo Petungkriyono Kabupaten Pekalongan kelas 4 pokok materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tentang perubahan wujud benda. Kelebihan dalam pemanfaatan model pembelajaran probing prompting antara lain mendorong peserta didik berfikir aktif, memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas sehingga guru dapat menjelaskan kembali, dan perbedaan pendapat antara peserta didik dapat dikompromikan atau diarahkan pada suatu diskusi.

Kemudian pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian peserta didik, sekalipun ketika itu peserta didik sedang ribut, yang mengantuk kembali tegar dan hilang ngantuknya, mengembangkan keberanian dan keterampilan peserta didik dalam menjawab serta mengemukakan pendapat. Efektifitas pemanfaatan model pembelajaran Probing Prompting sangat besar sekali. Hal ini nampak dari peningkatan hasil belajar setelah diadakan evaluasi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved