Breaking News:

Berita Batang

Tak Punya Museum Kepurbakalaan, Ratusan Cagar Budaya Disimpan di Kantor Disdikbud Batang

Ratusan cagar budaya  yang ditemukan dari beberapa titik di wilayah Kabupaten Batang sudah dijaga dan disimpan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudaya

Penulis: dina indriani | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG / DINA INDRIANI
Beberapa cagar budaya yang tersimpan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Ratusan cagar budaya  yang ditemukan dari beberapa titik di wilayah Kabupaten Batang sudah dijaga dan disimpan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang.

Namun semakin banyaknya benda-benda peninggalan sejarah yang ditemukan dengan minimnya sarana prasarana, Disdikbud Batang berencana untuk  memberikan tempat khusus atau museum untuk menyimpan benda-benda tersebut.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Batang, Affy Koesmoyorini mengatakan saat ini pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Bupati Wihaji, supaya berkenan meminjamkan salah satu bangunan yang tidak terpakai.

“Ini baru tahap proses, karena dari hasil pendataan awal, ternyata benda cagar budaya yang ada di kantor kami banyak sekali, sehingga tidak mungkin disimpan semuanya di sini, kami berupaya sementara mau pinjam gedung milik Pemda,” tuturnya, Rabu (17/11/2021).

Hal itu juga bisa menjadi tempat edukasi untuk masyarakat, terlebih di Kabupaten Batang belum mempunyai Museum.

"Keberadaan museum itu nantinya bisa menjadi media edukasi anak-anak didik, maupun dimanfaatkan para peneliti untuk meneliti lebih lanjut tentang benda-benda kepurbakalaan lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan dari hasil pendataan yang dilakukan oleh Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah, ada 161 buah, antara lain : arca lingga, yoni dan nandi.

“Kalau dipinjamkan semuanya, diperkirakan bisa memuat lebih dari 200 benda cagar budaya, nanti kalau disetujui sebisa mungkin akan dilakukan penataan semampunya karena belum punya anggaran,” jelasnya.

Rencananya ke depan untuk mengoptimalkan fungsi dari museum, pihak Bidang Kebudayaan tetap bekerja sma dengan komunitas pemerhati sejarah dan budaya Batang.

“Kami akan melibatkan budayawan agar tertata dengan rapi dan bernilai artistik, " ujarnya.

Ia mengharapkan, museum itu nantinya bisa memudahkan masyarakat untuk mengetahui benda-benda cagar budaya yang sangat berharga.

“Utamanya bagi anak-anak didik kita, kalau rekreasi edukasi tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar kota, cukup berwisata sambil belajar benda kepurbakalaan yang ada di Kabupaten Batang,” pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved